bitter aftertaste || leollate

bitter aftertaste || leollate

  • WpView
    Reads 1,449
  • WpVote
    Votes 104
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jan 5, 2026
(silakan baca sebelum diunpublish) Acara liburan Janella di Bali berantakan setelah tidak sengaja bertemu dengan Vincent Andreas di salah satu club ternama di Bali. ____________________________________ Janella Maureen seorang influencer cantik dengan satu koma tiga juta followers di instagram berencana liburan di Bali untuk melepas penat dari padatnya pekerjaannya di Jakarta. Niatnya untuk bersenang-senang di Bali malah berantakan setelah dia bertemu seseorang dari masalalu yang sudah Janella buang jauh-jauh dari hatinya. Bagaimana bisa setelah bertahun-tahun tidak bertemu dan Janella yakin bahwa dirinya sangat membenci Vincent, dia malah berakhir terbangun diranjang pria itu pagi harinya setelah mabuk. Dan tidak tahu kenapa, setelah tidak bertemu selama bertahun-tahun laki-laki itu berubah jadi sangat menyebalkan. Mengikuti Janella kemana pun perempuan itu pergi, membuat Janella tidak bisa menikmati liburannya yang hanya tiga hari. "Lo ngapain sih! Freak tahu nggak!" "What? Gue cuma jalan-jalan di pantai." "Argh!"
All Rights Reserved
#33
leolatte
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Air Mata Di Pintu November (TERBIT) ✓
  • Ex or New? [REVISI]
  • 21 Days [✓]
  • Catatan Bahagia
  • Dating Demi Gengsi
  • Crush || Markselle
  • 5 Juni || Ten ✔️
  • ADRIEL | END
  • [TERSEDIA DI GRAMEDIA] MARRIAGE EXPRESS[21+] || END ✔

Novel bisa dibeli di Shopee Jaehana_Store BAGIAN KEDUA SAPTA HARSA VERSI NOVEL || KLANDESTIN UNIVERSE "Kenapa lo jahat sama gue! Kenapa kemarin lo pergi? Kenapa? Kenapa lo ninggalin gue? Kenapa lo tega, Jen?" Haikal tak bisa lagi menahan kesedihan yang telah menumpuk di dalam dirinya. Jendral hanya tertawa kecil. "Lo ngomong apasih, Kal? Gue nggak pergi ke mana-mana, kita kan selalu sama-sama. Gue mana pernah ninggalin lo. Ayo ikut, gabung sama yang lain." Ia menarik tangan Haikal, mengajaknya berlari menuju sisi lain dari air mancur itu. Di sana, semua anggota Klandestin berkumpul. Beberapa duduk di atas ayunan yang berderit pelan, ayunan tersebut dihiasi dengan lampu-lampu kecil yang mengelilinginya. "Bang Haikal! Kenapa telat? Kita nungguin loh!" seru Cakra. "Kal, sini, ada mainan yang cocok buat lo," tambah Reihan. Namun, Haikal menggeleng. Ia justru menggenggam erat tangan Jendral di sampingnya. "Kenapa, Mbul? Main sana," Jendral menatapnya dengan heran. Haikal menggeleng lagi, kali ini dengan lebih kuat. "Gue takut," bisiknya, suaranya hampir tak terdengar. "Takut?" Jendral tertawa, seolah-olah hal itu adalah lelucon. "Seorang Haikal takut?" Haikal mengangguk, menahan diri untuk tidak menangis. "Gue takut kalo genggaman tangan gue lepas, lo bakalan pergi."

More details
WpActionLinkContent Guidelines