EXPOSED
  • WpView
    Reads 106
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 3, 2026
Nicholas Axelion Ryder, seorang fotografer terkenal yang telah mengabadikan keindahan dunia melalui lensa kameranya. Hidupnya yang sempurna berubah ketika dia bertemu dengan Clara Jane Morales, gadis cantik dan misterius yang membuat hatinya terjebak. Nicholas terpukau oleh kecantikan dan kepribadian Clara yang unik.Clara memiliki senyum yang bisa membuat Nicholas lupa akan segalanya, dan mata yang bisa melihat ke dalam jiwanya. Mereka mulai dekat, dan Nicholas merasa telah menemukan cinta sejatinya. Tapi, saat hubungan mereka semakin serius, Nicholas menemukan sebuah fakta yang menghancurkan dan membuat darahnya membeku. Clara adalah anak dari Victor Morales, bos mafia kejam yang telah menyebabkan kematian kedua orang tuanya beberapa tahun lalu. Nicholas merasa seperti terjebak dalam mimpi buruk. Dia harus memilih antara cinta yang tumbuh di hatinya dan dendam yang telah lama terpendam. Nicholas harus bertarung melawan perasaannya sendiri dan kebenaran yang pahit. Akankah Nicholas dapat memaafkan masa lalu dan menerima cinta Clara, ataukah dia akan membiarkan dendam menghancurkan hubungan mereka?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [TAMAT] Help, I'm a Zombie!
  • NEALINE : Blood and Ice Cream
  • AVISENA
  • SALAH OBAT
  • Side Character Syndrome
  • S Di Antara Dua N
  • Ervan Carolline
  • GHOST FACE: NEXT, ARE YOU READY? (21+) ✔️
  • The Last Antagonis
  • 𝗗𝗲𝗸𝗮𝗽𝗮𝗻 𝗦𝗮𝗻𝗴 𝗗𝗲'𝗔𝘁𝗵𝗼𝘀

Pearl POV - Menjadi zombi bukan berarti aku kehilangan standar. Makan manusia sembarangan? Ew, jorok banget. Di tengah kiamat ini, aku tetap hidup dengan aturan, gaya, dan asosiasi zombiku sendiri. Hidupku sudah tenang, sampai pria menyebalkan dari militer itu menghalangi jalanku. Bhagna POV -​ Dia mutan anomali. Terlalu sadar dan kelewat terorganisir. Instingku menyuruhku untuk membunuhnya detik itu juga. Tapi senjataku tak pernah menyentuhnya. Dalihku, lebih aman menjaga musuh tetap berada dalam jangkauan. Padahal... mungkin saja aku hanya tidak ingin melepaskannya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines