Meraba retak

Meraba retak

  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 16, 2025
Memulai cerita adalah salah satu hal yang menyulitkan, karna setiap hari merupakan awal dari sebuah cerita baru, ingin ku ceritakan dulu kala saat aku begitu labil dalam mengambil keputusan dan juga begitu mudah dalam menyerah atas apa yang dari awal ku tetapkan sendiri, namun rasanya terlalu jauh ku ceritakan dari sana karna hingga kini pun 1000 lembar halaman terasa tidak cukup tuk ceritakan separuh atau bahkan yang lebih kecil dari itu tentang hidup yang telah ku lalui dan pelajari. Begitu lama aku hanya berfikir tentang bagaimana aku mulai bercerita dan dari mana agaknya kisah ini bisa di mulai, hanya berfikir dan merenung, namun kini ku mantapkan lagi hati, akal serta gerak kedua jempol ku untuk selaras dalam mewujudkan apa yang selama ini sebenarnya sangat ingin ku lakukan, menulis semua kisah, cerita, dan pengalaman hidup yang hingga kini ku jalani, tak peduli dengan siapa yang akhirnya akan ikut mengkonsumsi tulisan tulisan ku ini. Tidak perlu di perpanjang lagi, sekarang pada malam, hari, tanggal, dan tahun ini ku tetapkan bahwa aku akan menulisnya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Breathe
  • Cinta untuk Senja.
  • Rapuh
  • Caca
  • NOJAM & JAEMIN
Breathe

[Trigger warning! Efek yang kalian rasakan setelah membaca cerita ini di luar tanggung jawab dan kuasa penulis.] We all here have our own struggles. Hal tersebut adalah sesuatu yang pasti dalam hidup, yang tidak dapat ditentang lagi. Itu pula yang dirasakan oleh Rome. Ia sama seperti kalian. Ia pun memiliki masalahnya sendiri. Memiliki "luka"-nya sendiri. Tak terhitung berapa banyak goresan yang pernah ditorehkan dunia padanya hingga detik kau membaca kalimat ini. Sampai pada akhirnya, ia tidak dapat merasakan luka itu lagi. Kau tahu? Tingkatan sakit yang paling sakit adalah ketika kau sudah tidak dapat merasakan apa-apa lagi. Dan itulah yang dirasakan oleh Rome. Semuanya terasa kebas. Semuanya terasa begitu biasa. Semuanya terasa bagaikan bagian dari hidupnya yang mustahil untuk dihilangkan. Namun tetap saja, luka itu tidak akan pernah hilang dan akan selalu terasa sakit ketika dunia lagi-lagi menggoresnya. Bukan soal fisik, namun soal jiwanya. "Sometimes you gotta bleed to know that you're alive and have a soul." -Twenty One Pilots-

More details
WpActionLinkContent Guidelines