The Quiet Orchestra

The Quiet Orchestra

  • WpView
    Reads 1,580
  • WpVote
    Votes 123
  • WpPart
    Parts 28
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 16, 2025
Tujuh anak laki-laki tinggal di sebuah rumah yang bagi mereka lebih menyerupai neraka. Di sana, cinta hanyalah ilusi. Yang ada hanyalah pukulan, makian, dan luka yang tak terlihat siapa pun. Di sekolah, mereka dibenci. Di rumah, mereka dihancurkan. Satu-satunya pelukan yang mereka kenal adalah pelukan dari saudara mereka sendiri-karena hanya mereka yang tahu rasanya bertahan hidup tanpa pernah benar-benar hidup. Hingga satu per satu mulai menghilang. Entah karena menyerah... atau karena dipaksa pergi oleh keadaan. Cerita ini bukan tentang keluarga yang bahagia. Tapi tentang tujuh anak laki-laki yang mencoba mencintai... meski tak pernah dicintai. Dan tentang bagaimana mereka belajar melepaskan... ketika langit pun seolah tak pernah mau mendengar.
All Rights Reserved
#816
brokenfamily
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Bleeding Lady [completed]
  • Kami Tumbuh Dari Ledakan
  • LASKAR SEVEN
  • ELGITA: Yang Tak Pernah Terucap (Revisi)
  • Yang Dulu Melukai,Kini Menyayangi [END]
  • The Blooming Lady [completed]

Ia tak pernah meminta hidup yang sunyi. Namun sejak kecil, ia diajari bahwa diam adalah satu-satunya cara untuk bertahan. Seorang perempuan dinikahkan oleh ayahnya dengan anak angkat yang tak pernah merasa memiliki siapa pun. Pernikahan mereka bukan tentang cinta, melainkan tentang kewajiban, dendam, dan luka yang diwariskan tanpa permisi. Laki-laki itu tak pernah mencintainya. Bahkan, tak pernah mencoba. Yang ia lihat hanyalah sosok yang mewakili masa lalu yang ingin ia lupakan, bayangan dari keluarga yang membuatnya merasa asing seumur hidup. Malam-malam perempuan itu dipenuhi dingin. Bukan hanya dari tubuh yang menjauh, tapi dari kemarahan yang tak ia pahami. Namun dalam sunyi yang dipaksakan, ia tetap bertahan. Mencoba belajar mencintai dalam diam. Menanti entah untuk disembuhkan, atau perlahan dilenyapkan. Kisah sunyi tentang hati yang tak pernah dipilih, dan luka yang terlalu dalam untuk disuarakan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines