Rayuan Perempuan Gila

Rayuan Perempuan Gila

  • WpView
    Reads 56
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 9, 2025
WpInfo
Fiction
Horror
Di sebuah desa terpencil yang terabaikan, berdiri sebuah kedai kopi kecil bernama "Kopi Sinta", yang selalu menarik perhatian siapa saja yang melintas. Di balik kedai sederhana itu, ada seorang penjaga toko yang menawan, Sinta, seorang perempuan muda dengan wajah cantik dan senyuman menggoda yang mampu membuat setiap pria terpesona. Namun, di balik kecantikannya yang memikat, Sinta menyimpan rahasia gelap yang mengerikan.. dia adalah seorang psiko yang haus darah, dengan hasrat untuk menyiksa dan membunuh para korbannya. Cerita dimulai dengan kedatangan lima orang mahasiswa yang sedang dalam perjalanan untuk menyelesaikan tugas mereka di desa itu. Mereka, tiga laki-laki dan dua perempuan, memutuskan untuk mampir ke kedai kopi untuk beristirahat. Tanpa mereka sadari, pilihan mereka untuk singgah di kedai kopi yang tampaknya tenang dan nyaman itu justru membawa mereka ke dalam jerat maut yang penuh dengan kekerasan dan kegilaan. Sinta, dengan kecerdikan dan pesonanya, mulai menggoda setiap pria yang datang, menjerat mereka dalam permainan berbahaya. Dengan setiap kopi yang disajikan, ia menebarkan racun yang perlahan membuat korban terperangkap dalam delusi, kehilangan kendali atas diri mereka, dan akhirnya jatuh ke dalam tangan maut. Sinta tidak hanya membunuh, tetapi juga menyiksa secara brutal, menikmati setiap momen penderitaan yang diberikan kepada mereka Namun, pembunuhan demi pembunuhan yang terjadi di kedai kopi itu menyisakan misteri yang semakin dalam. Setiap karakter yang datang satu per satu menemui ajalnya, sementara Sinta semakin memperlihatkan sisi psikopatnya yang tak terduga. Saat mereka mulai merasakan ketegangan yang menambah, tak ada lagi jalan keluar dari kedai yang penuh dengan misteri dan kegelapan ini. Ketika cerita mencapai puncaknya, salah satu korban perempuan berhasil selamat, namun jiwa Sinta yang mati tidak benar-benar hilang.
All Rights Reserved
#26
hororindonesia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Warisan Gandari
  • Episode Teror Kopi Cafe (Finished)
  • Detective Vina
  • Aku Tahu Kapan Kamu Mati (Sudah Terbit & Difilmkan)
  • RITUAL PENOLAK JODOH (COMPLETED)
  • Teror Ribuan Pocong
  • Rumah Arwah Pengantin
  • Kau Tidak Akan Pernah Bisa Lari Dariku.
  • Desa Pendosa - TAMAT ✔️

"Tidak semua warisan bisa diwariskan dengan damai. Ada yang harus ditanam. Dalam. Dan dikubur. Tapi apa jadinya jika tanah tempat menguburnya justru menganga kembali?" Setelah bertahun-tahun meninggalkan kampung halamannya di dusun terpencil Sekarputih, Gandari Ayu Prameswari kembali untuk menghadiri pemakaman ibunya, Bu Ranupatma, yang meninggal secara misterius - tergantung di pohon kamboja dengan tubuh dililit kain kafan sobek, seperti bekas ritual gagal. Di mata warga, Bu Ranupatma adalah perempuan aneh. Dituduh membawa kutukan dan menjadi penyebab paceklik berkepanjangan. Tapi bagi Gandari, ibunya adalah sosok penuh rahasia, selalu menyembunyikan hal-hal ganjil yang terjadi di rumah. Kini, setelah kembali, Gandari mulai menyadari bahwa ada yang tak beres di desanya: suara-suara yang memanggil dari sumur tua, bayangan yang menari di balik dinding rumah, dan mimpi-mimpi yang selalu diakhiri dengan suara tangisan dari dalam tanah. Hingga sebuah kebenaran terbuka - Gandari ternyata mewarisi kekuatan gaib yang telah mengalir di darah keluarganya selama ratusan tahun. Ia bukan hanya anak dari Bu Ranupatma, tapi penerus terakhir penjaga gerbang antara dunia manusia dan dunia arwah. Sayangnya, kekuatan itu tidak hanya membangkitkan harapan... tetapi juga membangunkan sesuatu yang sudah lama terkubur - Banyu Abang, entitas jahat yang dulu disegel oleh leluhurnya, kini bangkit perlahan, mengincar tubuh Gandari sebagai wadah baru. Dibantu oleh Mbah Darmi, penjaga tua yang dulu berselisih dengan Bu Ranupatma, dan Tari, sahabat masa kecil yang menyimpan rasa bersalah, Gandari harus menghadapi warisan yang tidak pernah ia minta. Satu demi satu, warga desa menghilang. Malam makin panjang. Gerbang di tengah hutan mulai terbuka. Dan rahasia keluarganya... ternyata bukan tentang penyelamatan. Tapi pengorbanan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines