Om Dikta

Om Dikta

  • WpView
    Reads 97
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 30, 2025
"Lo suka sama Om Dikta?" Tanya Felly dan aku masih terdiam. "Suka doang kan Ra, gak lebih kan?" Felly masih bertanya, mencari jawaban atas pertanyaan nya. "Gue gak tahu Fel, gue cuma sekedar suka atau pengen yang lebih..." "Ha? Pengen yang lebih? Maksud lo, pacar?" Aku menatap kearahnya. "Wah ini sih gila ya Ra namanya..." Ucap Felly. "Lo tahu kan kalo Om Dikta itu sahabat Nyokap Bokap lo..." Aku mengangguk. "Trus, kenapa tadi lo bilang pengen yang lebih?" "Gue gak tahu Fel, gue... Gue..." Aku menutup wajahku frustasi. "Aarggghh..." Ucapku. Sejak kehadiran Om Dikta di kehidupan ku, semua hari terasa membingungkan. Terutama aku yang bingung dengan perasaanku sendiri. Happy reading gurls😉
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ayo Nikah! (End)
  • Farel Dan Bella
  • ABOUT ME : Aku Ingin Istirahat
  • ANTAGONIS MOTHER || REVISI
  • Obsesi Kepada Teman Sekelas (END)
  • Sudut pandang (felisha)
  • Rahellitha
  • BarraKilla
  • tentang sebuah rasa

"Terus kenapa sampai sekarang lu belum nikah?" tanyaku kini. Randu dan aku memang kurang beruntung dalam hal percintaan. Berkali-kali pacaran tapi berakhir dengan bubar jalan. Sampai-sampai mamanya, Tante Indy berkelakar kalau jodoh Randu itu aku dan aku jodohnya Randu, makanya baik aku dan Randu susah dapat jodoh. Tinggal nunggu sadar aja katanya. Lah, aku sama Randu gak sadar-sadar dong karena gak ada getaran apa-apa. sumpah ya, dia itu beneran udah kayak temen satu rahim aja gitu. "Gue nungguin lu kawin, kalo lu udah nemu jodoh lu baru gue gencar cari jodoh," lah apaan tuh jawaban, teori dari mana tuh? "Kalau gue gak kawin-kawin gimana?" kataku kini. Dia mendengus kesal lalu membalikan tubuhnya tepat ke layar televisi lalu mengambil stik PS-nya kembali dan kembali fokus pada mainannya, meskipun aku mendengar dia bergumam. "Kalau lu gak kawin ya gue juga gak kawin, kalau perlu lu gue kawinin," apaan tuh? Dia ngomongnya cepet banget meskipun aku tetap bisa mendengar. Hanya saja aku ingin mendengar lebih jelas, takut kalau-kalau aku salah denger. "Apa-apa? gue gak denger!" kataku penasaran. Dia mendengus. "Kagak ada siaran ulang!" katanya kesal dan aku hanya tertawa saja melihat dia yang terkadang salah tingkah dengan segala leluconku. Du, masa gue harus nikah sama lu kalau gue gak dapet jodoh, geli banget deh gue bayanginnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines