Snowdrop: Prelude to Spring

Snowdrop: Prelude to Spring

  • WpView
    Reads 135
  • WpVote
    Votes 24
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Aug 13, 2025
Pada acara kunjungan sekolah ke museum seni, Saki terpesona dengan lukisan bunga putih kecil berbentuk lonceng yang muncul dari tengah salju, berjudul Harapan. Makna lukisan bunga snowdrop itu membuat Saki kagum pada sang seniman yang ternyata kakak kelasnya: Arashi. Diam-diam, Saki mencari tahu lebih banyak tentang Arashi, hingga memutuskan masuk klub kesenian. Berulang kali, Saki mengalami hal tidak menyenangkan karenanya. Padahal sejak awal kepindahannya ke sekolah itu, Saki hanya ingin menyelesaikan tahun-tahun terakhirnya di SMA dengan tenang. ~~~~~
All Rights Reserved
#233
schoolromance
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Senja Yang Sunyi
  • Jasmine Blooms Between Us
  • [✔] The Dummy Owl《BokuAka Fanfiction》
  • ✔️ 𝙅𝙄𝙂𝙎𝘼𝙒𝙄𝙉𝙂 - [S! Kozume Kenma X U! Male reader]
  • The Glasses Girl [END]
  • Boleh Aku Gandeng Tanganmu Nanti?

Arunika, gadis ceria yang selalu tampak kuat di hadapan teman-temannya, menyimpan luka yang tak terlihat. Di rumah, ia merasa asing dengan kedua orang tuanya-seolah menjadi tamu di tempat yang seharusnya ia sebut rumah. Kakak yang paling ia sayangi telah pergi meninggalkannya, membuat rumah terasa semakin sepi. Satu-satunya tempatnya bersandar adalah sang oma, wanita yang selalu menghangatkan hatinya dengan kasih sayang tanpa syarat. Namun, takdir kembali menguji Arunika. Evan, sosok yang ia percaya akan selalu ada, justru membuatnya kecewa. Dan ketika dunia terasa semakin berat, oma yang paling ia miliki pun pergi meninggalkannya selamanya. Di sekolah, Arunika masih mencoba tersenyum, seolah tak ada yang terjadi. Ia berusaha tetap tegar, meski hatinya perlahan terkikis oleh kehilangan demi kehilangan. Namun, di balik senyum yang ia tunjukkan, ada satu tempat di mana ia bisa benar-benar menjadi dirinya sendiri-danau yang tenang, tempat pelariannya dari dunia yang terus melukainya. Di tepi danau itulah, Arunika merangkai ulang kepingan hatinya yang hancur. Tapi, sampai kapan ia bisa bertahan? Akankah Arunika mampu melewati semuanya dan menemukan kembali cahaya di hidupnya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines