HARI TERAKHIR

HARI TERAKHIR

  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 14, 2025
WpInfo
Fiction
Mystery
Jakarta yang biasanya ramai berubah menjadi medan bertahan hidup dalam sekejap. Virus misterius menyebar cepat, mengubah manusia menjadi makhluk buas penuh amarah dan haus darah. Di tengah kekacauan ini, lima orang asing-Gian si dokter muda yang tenang, Dadan si kurir yang banyak bicara, Rendi si pegawai kantoran yang mudah panik, Kevin si selebgram yang lebih sering mikirin konten, dan Jati si anak STM yang jagoan-dipertemukan secara tak sengaja. Dengan latar rumah sakit yang mulai runtuh, rumah susun yang tak lagi aman, dan jeritan di luar pintu yang terkunci, mereka harus menghadapi kenyataan bahwa dunia sedang berubah... dan pintu perlindungan tak bisa selamanya tertutup. Ini bukan sekadar soal bertahan hidup, tapi juga tentang pilihan, keberanian, dan kepercayaan di tengah kekacauan. Penuh ketegangan, humor tak terduga, dan karakter yang manusiawi, cerita ini menyajikan kiamat versi lokal dan mungkin, sedikit lebih absurd dari yang kamu bayangkan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Z - Outbreak
  • FIGHT to SURVIVE |Slow Update|
  • After Life
  • Age of Undead 89 [2015]
  • Run And Hide
  • Nasi Dadar Z
  • Apocalypse: Awal Dari Akhir ✔
  • School scandal 1: Virus-J
  • NECROPOLIS

Di sebuah pagi berkabut di New York, Hadi, seorang mahasiswa biasa di New York State University, menerima pesan aneh dari ayahnya - seorang peneliti di badan kesehatan dunia. Pesan itu singkat, penuh peringatan samar: "Jangan percaya pada apa yang kau lihat. Jangan ke tempat ramai." Awalnya, Hadi mengabaikannya. Segalanya masih terlihat normal: subway yang melaju lambat, udara dingin kota, hiruk pikuk orang-orang yang terburu-buru. Namun, rasa ganjil mulai merayap saat perjalanan ke kampus terasa berbeda. Wajah-wajah asing di kereta, gerbong yang terlalu sunyi, dan bisikan ketakutan di udara. Saat tiba di kampus, dunia Hadi runtuh. Kampus yang biasanya penuh tawa berubah menjadi ladang maut. Teman-temannya - manusia biasa - berubah menjadi makhluk buas haus darah. Tidak ada peringatan, tidak ada waktu untuk bersiap. Sendirian, dengan hanya keyakinan samar bahwa ayahnya tahu sesuatu tentang apa yang terjadi, Hadi harus bertahan di tengah kekacauan. Di koridor kampus yang sunyi dan lorong gelap, ia harus melawan ketakutan, membuat keputusan cepat, dan bertahan hidup melawan sesuatu yang pernah disebut manusia. Dunia runtuh dalam hitungan jam. Dan di tengah semua itu, satu pertanyaan menghantui Hadi: Apakah ini benar-benar sebuah bencana alamiah, atau ada sesuatu yang lebih mengerikan bersembunyi di balik semua ini? ---

More details
WpActionLinkContent Guidelines