Resital Sunyi (End)

Resital Sunyi (End)

  • WpView
    Reads 2,029
  • WpVote
    Votes 892
  • WpPart
    Parts 72
WpMetadataReadComplete Fri, May 23, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Ada cinta yang dikejar bukan karena jiwanya menyentuh, tapi karena citranya menjanjikan kesempurnaan. Ada yang dipilih bukan karena diinginkan, tapi karena hadirnya memudahkan. Sebagian hati hadir bukan untuk dimiliki, melainkan menjadi tempat singgah dalam badai yang tak kunjung reda, lalu dilupakan saat matahari kembali menyapa. Dan ada pula hati yang tak bersuara, menunggu dalam senyap, memanggul rindu tanpa jaminan akan menjadi tempat pulang. Hati yang tak pernah ditanya, tapi selalu ada; menjadi rumah bagi seseorang yang tak pernah ingin tinggal. Lucunya, cinta tak pernah paham logika. Ia tak memilih yang pantas, tak menetap pada yang layak. Ia berdiam di tempat yang paling retak, tumbuh di antara luka-luka yang belum sempat sembuh, menjadikan harapan sebagai candu untuk bertahan. Ini bukan sekadar cerita tentang cinta yang tak terbalas. Ini tentang jiwa yang rela menjadi persinggahan dalam hidup orang lain, meski ia diciptakan untuk menjadi rumah. Tentang keberanian mencintai tanpa pamrih, tentang ketulusan yang tak meminta kembali. Karena mungkin, dalam dimensi cinta yang paling sunyi, hadir, meski tak dianggap, lebih bermakna daripada pergi tanpa sempat menyentuh. - "Lo tuh bukan yang gue mau, Bun. Lo cuma yang kebetulan ada pas gue hancur." -Lautvianar "Gue tau gue cuma pelampiasan. Tapi lo tau yang lebih nyakitin? Bahkan buat nyakitin, lo masih butuh gue." -Embunara
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • AZAM : Satu Langit Dua Doa
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • ELGITA: Yang Tak Pernah Terucap (END)
  • Before I Knew Light
  • Hanya Sebatas Kenangan
  • The Bridge Between Souls
  • Behind The Smile (TERBIT)
  • Erlangga

"Kita memang memandang langit yang sama, tapi di setiap do'a kita melayang ke arah yang berbeda." Azam, seorang siswa SMA kelas XI, tumbuh dalam keluarga yang taat beribadah, tenang, dan penuh dengan prinsip. Hari - harinya sederhana: sekolah, nongkrong bareng teman - temannya, dan menatap hidup dengan logika yang rapi. Hingga seorang siswi pindahan bernama Evelyn muncul dalam kehidupannya, berbeda keyakinan, berbeda cara pandang, tapi perlahan mengusik isi kepalanya. Evelyn datang dengan luka yang disembunyikan di balik senyumnya. Ia gadis yang terlihat kuat, tapi jauh di dalam hatinya, ada keresahan yang tak bisa ia bagi ke sembarang orang. Di tengah dinamika sekolah, mereka dipertemukan dalam momen - momen kecil yang tak pernah mereka duga akan tumbuh menjadi sesuatu yang besar. Akan tetapi, bagaimana jika kedekatan itu justru menuntun mereka ke batas yang tak pernah disepakati? Bagaimana jika rasa itu hadir, tapi dunia tak mengizinkannya tumbuh?

More details
WpActionLinkContent Guidelines