Resital Sunyi (End)

Resital Sunyi (End)

  • WpView
    Reads 1,936
  • WpVote
    Votes 890
  • WpPart
    Parts 72
WpMetadataReadComplete Fri, May 23, 2025
Ada cinta yang dikejar bukan karena jiwanya menyentuh, tapi karena citranya menjanjikan kesempurnaan. Ada yang dipilih bukan karena diinginkan, tapi karena hadirnya memudahkan. Sebagian hati hadir bukan untuk dimiliki, melainkan menjadi tempat singgah dalam badai yang tak kunjung reda, lalu dilupakan saat matahari kembali menyapa. Dan ada pula hati yang tak bersuara, menunggu dalam senyap, memanggul rindu tanpa jaminan akan menjadi tempat pulang. Hati yang tak pernah ditanya, tapi selalu ada; menjadi rumah bagi seseorang yang tak pernah ingin tinggal. Lucunya, cinta tak pernah paham logika. Ia tak memilih yang pantas, tak menetap pada yang layak. Ia berdiam di tempat yang paling retak, tumbuh di antara luka-luka yang belum sempat sembuh, menjadikan harapan sebagai candu untuk bertahan. Ini bukan sekadar cerita tentang cinta yang tak terbalas. Ini tentang jiwa yang rela menjadi persinggahan dalam hidup orang lain, meski ia diciptakan untuk menjadi rumah. Tentang keberanian mencintai tanpa pamrih, tentang ketulusan yang tak meminta kembali. Karena mungkin, dalam dimensi cinta yang paling sunyi, hadir, meski tak dianggap, lebih bermakna daripada pergi tanpa sempat menyentuh. - "Lo tuh bukan yang gue mau, Bun. Lo cuma yang kebetulan ada pas gue hancur." -Lautvianar "Gue tau gue cuma pelampiasan. Tapi lo tau yang lebih nyakitin? Bahkan buat nyakitin, lo masih butuh gue." -Embunara
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Bridge Between Souls
  • Karena Kamu Rumahnya
  • Erlangga
  • AZAM : Satu Langit Dua Doa
  • Kaila's Choice: Stay Or Move On?
  • My Duchess / End
  • Hanya Sebatas Kenangan
  • Jauh. Esok Nanti atau Selamanya

Hidup di gandeng trauma bukanlah hal menyenangkan, namun memuakkan. Depresi yang datang tanpa sepengetahuan siapapun dan tanpa di undang sekalipun, namun bisa-bisanya datang dan menetap dengan nyaman pada kehidupan siapapun. Luka fisik dapat di sembuhkan namun bagaimana dengan luka hati yang berbekas dan menjadi trauma? kehilangan seseorang yang paling penting di saat hidup tidak memiliki siapapun memang menyedihkan, menggoreskan luka paling dalam yang pernah ada. Hilang arah, trauma, depresi, dan dan luka fisik yang berbekas seolah menjadi kenang-kenangan. kenangan yang buruk lebih hitam dari gelapnya malam hari. Namun, bagaimana jika terpaksa untuk keluar dari zona gelap dan mencari kehidupan baru? apakah akan menyenangkan? atau malah akan menyakitkan? tidak ada yang tahu sebelum di gali. Bersama-sama mengetahui apa itu kebersamaan, mengerti satu sama lain, menjadi penyemangat dan mengenalkan hal baru. "Hidup di tuntun plot twist." -four to well

More details
WpActionLinkContent Guidelines