Puisi-puisi perempuan biasa

Puisi-puisi perempuan biasa

  • WpView
    LECTURAS 52
  • WpVote
    Votos 5
  • WpPart
    Partes 6
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, may 9, 2025
WpInfo
Poesía
Tahun 2020 aku tinggal di kamar. Bukan kamar hati. Bukan juga kamar mayat. Kamar kos biasa yang terlalu sunyi untuk sendirian dan terlalu ramai untuk diratapi. Aku patah hati. Tapi yang kutangisi bukan dia, melainkan aku sendiri yang tak tahu harus bagaimana selain duduk memeluk bantal dan menulis hal-hal lebay yang sekarang kuanggap lucu- tapi dulu terasa seperti kiamat kecil di pojok tempat tidur. Aku tak suka disuruh. Kalau hidup ini ibarat kuliah, aku sudah semester delapan tapi belum lulus karena masih belum tahu apa itu bahagia yang dikerjakan, bukan diinginkan. Aku ingin libur panjang, bukan untuk jalan-jalan, tapi untuk membaca buku yang bisa membuatku tidur pulas tanpa mimpi. Kalau bisa, juga tanpa ingatan. Orang-orang bilang aku introvert. Aku bilang: tidak, aku hanya sedang sembunyi karena capek menjadi yang bisa segalanya padahal bangun tidur saja rasanya sudah seperti menaklukkan benua. Tapi lihatlah, aku masih di sini. Masih menulis. Masih membacakan puisiku sendiri di dalam kepala kepada aku yang dulu menangis di depan cermin.
Todos los derechos reservados
#38
overthinking
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Haruskah Mati? √PART LENGKAP [TERBIT]
  • Langit Malam
  • Stop It, Darka! [END]
  • 𝓐𝓷𝓽𝓪𝓰𝓸𝓷𝓲𝓼 𝓕𝓪𝓶𝓲𝓵𝔂
  • Lost in Your Mysterious Feeling [ TAMAT ]
  • Surat Cinta untuk Diriku Sendiri
  • REGATHAN [END]
  • Short Escape
  • Telatkah Kukatakan Ana Uhibbuka Fillah (Sudah Terbit)
  • Does Not Become Anything

"Aku hanya ingin tidur ... tidur selamanya bersama Bunda." "Berani baca kisahku?" _ _ _ _ _ _ Aku Nino, cowok berkacamata yang selalu memakai jaket. _ _ _ _ _ _ Tekanan hidup membuatku depresi dan berakhir menyakiti diri sendiri. Bukan hanya sekali, dua kali, tapi sering ... Aku? Apakah aku mampu? Menjalani hidup bagai neraka. Atau ... Haruskah Mati? _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ ©Haruskah Mati? karya meitheoypt ~>Cerita ini sudah pernah dipublish tapi karena ada masalah, berakhirlah diunpub. Dan pada tgl 7 Sept 2021, cerita ini di-publish ulang [Akan langsung DIHAPUS setelah tamat, berani baca sampai akhir?] _______________________________________________ Nb: •Jika kamu makhluk Tuhan yang mengerti apa itu kerja keras, maka janganlah jarimu itu pelit 'tuk menekan bintang atau sekadar memberi komen •Jika kamu makhluk Tuhan yang PAHAM apa itu perjuangan, juga kebahagiaan seseorang, maka janganlah ada di benakmu niatan untuk memplagiat cerita karena sejatinya kami para penulis yang berjuanh dengan karya kami sudah terlalu capek menghadapi segala suka duka. Maka dari itu, mari kita ciptakan kedamaian Selamat membaca, semoga suka ^.^

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido