DOSA DIAM
  • WpView
    Reads 122
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 18, 2025
Di balik pagar tinggi dan lantunan ayat yang terus mengalun, ada tempat yang tampak damai. Setiap hari diatur oleh jadwal yang sama, suara azan yang memanggil, dan wajah-wajah yang seolah tenang. Tapi ketenangan tak selalu berarti aman. Beberapa datang ke tempat itu untuk mencari ilmu, sebagian untuk mencari arah. Namun ada yang datang membawa beban yang tak kasat mata, beban yang tak bisa ditinggal di luar gerbang. Di dalam kamar-kamar sempit dan lorong-lorong yang tak pernah benar-benar sepi, sesuatu mengintai. Bukan sosok. Tapi perasaan. Tekanan. Dendam. Dan rasa bersalah yang tak pernah padam. Apa yang terjadi di masa lalu seolah terkubur rapi. Tidak ada yang berani membicarakannya, apalagi menanyakan. Tapi diam tidak pernah benar-benar memadamkan kebenaran. Ia hanya menundanya... sampai waktunya tiba untuk muncul dalam bentuk yang tak terduga. Dan ketika suara-suara samar mulai terdengar saat malam tiba, ketika tatapan menjadi dingin dan doa-doa terasa hampa-seseorang tahu bahwa tempat itu tidak lagi menjadi tempat berlindung. Tapi medan perang yang sunyinya bisa membunuh siapa saja yang memilih tetap diam.
All Rights Reserved
#111
psikologis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • APARTMENT 127 [SUDAH TERBIT - PREORDER DIBUKA]
  • Paragon of Noctis Mirage
  • Strange Apartment
  • REQUIEM: Where Shadows Bloom [ON GOING]
  • setangkai mawar di musim dingin
  • Surat Untuk Takdir [ ON GOING ]
  • Ikhlasku Merelakanmu (END)
  • ACADEMY: HEAVEN & EARTH

[COMPLETED] "Terkadang meski aku merasa takut dan mengatakan jangan, tubuhku akan melakukan yang sebaliknya." Ada sebuah apartemen kosong tepat di depan pandangan Yoojung. Setiap malam ia akan melihat sinar putih di dalam apartemen tersebut. Apartemen yang selalu gelap dengan tirai terbuka sedikit, Yoojung dapat merasakan sepasang mata memicing menatapnya. Kim Yoojung terjebak di antara tiga pria paling berbahaya yang pernah ia temui. Taeyong. Dengan senyum manisnya ia mengikat Yoojung lebih kuat dalam kehidupannya. Ten. Dengan sikap dinginnya ia menekan Yoojung di bawah kendalinya. Atau Mark yang selalu berusaha mendekatinya. Memberikan perhatian penuh dan mengundang kebencian orang-orang disekitarnya. Diantara ketiga pria berbahaya tersebut, siapakah si psiko gila di balik tirai apartemen 127? Start : 8 Mar '18 ⚠18+ [Diharapkan untuk tidak membaca dibawah 18thn] , sexual content, violence

More details
WpActionLinkContent Guidelines