Story cover for Gemuruh sunyi  by nndasyraprtma
Gemuruh sunyi
  • WpView
    Reads 19
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 9
  • WpView
    Reads 19
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 9
Ongoing, First published May 09, 2025
Buku ini lahir dari hati yang lelah, dari jiwa yang pernah merasa sendirian di tengah keramaian. Ini bukan cerita tentang kesempurnaan atau penyembuhan total, melainkan tentang keberanian untuk bertahan-hari demi hari-meski dunia terasa berat.

Aku menulis ini untuk diriku sendiri, sebagai pengingat bahwa aku pernah ada di titik paling gelap... dan bisa bangkit perlahan. Dan aku menulis ini untuk kamu, yang mungkin sedang berada di titik itu sekarang. Kamu tidak sendiri. Semoga tiap halaman buku ini bisa menjadi pelukan hangat untukmu.

Terima kasih sudah membaca.
All Rights Reserved
Sign up to add Gemuruh sunyi to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
Aku Masih Disini: Cerita dari tubuh yang pernah ingin pergi cover
Terjebak Nostalgia cover
Akhir Penantian Diujung Senja cover
My Heart Boat cover
Menunggu tanpa kepastian  cover
Malam Seribu Mimpi Buruk cover
HATI💔 YANG TERPILIH cover
Tentang Kita cover
Bahagia Ada Bersamanya (END) cover
Laut dan Langit cover

Aku Masih Disini: Cerita dari tubuh yang pernah ingin pergi

17 parts Ongoing

Tulisan ini adalah suara lirih dari seseorang yang pernah berdiri di tepi batas hidup dan mati-bukan karena ingin benar-benar menghilang, tapi karena dunia terasa terlalu berat untuk ditanggung sendirian. Ini adalah kisah tentang tubuh yang pernah merasa lelah, yang pernah disakiti oleh pikirannya sendiri, dan hampir melepaskan semuanya. Namun, di balik luka-luka yang tak terlihat dan malam-malam penuh tangis diam-diam, ada detik-detik kecil yang menahan diri untuk tetap bertahan. Tulisan ini adalah bentuk pelukan untuk diri sendiri-pengingat bahwa meski dulu sempat ingin pergi, saat ini... aku masih di sini. Ia bukan tentang akhir yang gelap, tapi tentang keberanian untuk tetap bernapas, walau rasanya sesak