Goodnight, Overthinking!

Goodnight, Overthinking!

  • WpView
    Membaca 37
  • WpVote
    Vote 1
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Jum, Mei 9, 2025
Bagaimana jika kukatakan bahwa ada satu fakta yang tidak akan terbantahkan: "Kita tidak akan pernah bisa menghentikan overthinking." Tugas utama otak manusia adalah memastikan agar tetap hidup. Saat dihadapkan dengan suatu masalah, ia akan berusaha mencari jalan keluar dan hanya akan berhenti setelah dinyatakan aman. Sayangnya, dunia bukan tempat yang aman untuk sembunyi dari masalah. Terlebih manusia sangat terobsesi untuk memiliki kendali. Sehingga segalanya harus sesuai dengan keinginannya. Sementara dunia akan tidak selalu berpihak padanya. Di sisi lain, dalam sehari, manusia menghasilkan sekitar 70.000 pikiran. Namun, dari sekian banyak pikiran yang dihasilkan, hanya 20.000 pikiran saja yang positif. Dalam buku ini, alih-alih meminta kamu untuk melakukan sesuatu yang mustahil, aku akan mengajak kamu untuk memahami overthinking lebih dalam. Mulai dari mengenal suara dalam kepala, bagaimana mereka bisa hidup dalam kepala kita, cara berteman dengannya, dan sederet kisah yang dijamin relatable dengan apa yang kamu alami.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#21
cemas
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • The Bleeding Lady [completed]
  • ANTARA DOA DAN RASA
  • PERTARUNGAN
  • Jauh. Esok Nanti atau Selamanya
  • UNREQUITED LOVE
  • Coretan Sera (HIATUS)
  • Yang Dulu Melukai,Kini Menyayangi [END]
  • Menyerah atau Bertahan?
  • My Deepest Thought

Ia tak pernah meminta hidup yang sunyi. Namun sejak kecil, ia diajari bahwa diam adalah satu-satunya cara untuk bertahan. Seorang perempuan dinikahkan oleh ayahnya dengan anak angkat yang tak pernah merasa memiliki siapa pun. Pernikahan mereka bukan tentang cinta, melainkan tentang kewajiban, dendam, dan luka yang diwariskan tanpa permisi. Laki-laki itu tak pernah mencintainya. Bahkan, tak pernah mencoba. Yang ia lihat hanyalah sosok yang mewakili masa lalu yang ingin ia lupakan, bayangan dari keluarga yang membuatnya merasa asing seumur hidup. Malam-malam perempuan itu dipenuhi dingin. Bukan hanya dari tubuh yang menjauh, tapi dari kemarahan yang tak ia pahami. Namun dalam sunyi yang dipaksakan, ia tetap bertahan. Mencoba belajar mencintai dalam diam. Menanti entah untuk disembuhkan, atau perlahan dilenyapkan. Kisah sunyi tentang hati yang tak pernah dipilih, dan luka yang terlalu dalam untuk disuarakan.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan