Axevier 2 | Crazy Love After Lost

Axevier 2 | Crazy Love After Lost

  • WpView
    Reads 22,604
  • WpVote
    Votes 480
  • WpPart
    Parts 27
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published about 15 hours ago
Ini Season 2 kelanjutan dari judul Axevier, ya! Yang ini versi dewasanya.🥰 "Hai, long time no see! Gimana kabarmu?" Axevier menyapa Anzella. Setelah memutuskan untuk berpisah karena harus melanjutkan pendidikan di luar negeri. Axevier kembali setelah 10 tahun berlalu. Dia sengaja lost kontak dengan Anzella hingga menimbulkan salah paham. Anzella yang selalu setia menunggu kedatangan Axe pun dibuat terkejut saat seseorang yang sudah lama dia rindukan tiba-tiba datang. Namun, kedatangan itu membuatnya kecewa. Karena, Axe sedang bersama dengan gadis lain. Sikap Axe berubah drastis hingga membuat Anzella bingung. Dia pun mempertanyakan status hubungannya. Bagaimana kelanjutan kisah cinta mereka? Baca selengkapnya di sini, ya! Jangan lupa follow sebelum membaca. Biar aku aktif buat cerita yang menarik ☺️
All Rights Reserved
#2
cintaromantis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Villain Mother
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • Almost Married (END)
  • De Andere Weg (END)
  • SASMITA CANDALA (21+)
  • The Last Yes!
  • Nala dan Mas Juragan
  • I Won't Be the Tragic Fiancée (END)
  • Chasing Sanara
  • DOMINEX | The Crime Lock

HAPPY READING ❤️‍🔥 "Eungghh..." Zeva mengerang. Hal pertama yang ia rasakan adalah kepalanya yang serasa berat dan berdenyut. Saat ia mencoba menggerakkan badan, tulang-tulangnya terasa kaku dan pegal luar biasa. "Nyonya? Nyonya Thania sudah sadar?!" sebuah suara parau penuh haru terdengar di dekat telinganya. Zeva mengerjap-erjapkan matanya yang masih buram. Begitu pandangannya fokus, ia tidak melihat langit-langit putih rumah sakit atau wajah panik orang tuanya. Alih-alih, ia menatap langit-langit kamar mewah dengan desain interior klasik yang sangat asing. "Aduh, kepala gue..." Zeva memegang keningnya, lalu menoleh ke samping. Ia terlonjak kaget melihat seorang wanita paruh baya berpakaian pelayan sedang menangis sesenggukan sambil memegang tangannya. "Akhirnya Nyonya bangun. Bibi takut sekali Nyonya kenapa-kenapa." Zeva mengernyitkan dahi. "Nyonya? Bibi?" Ia bangkit duduk dengan perlahan meski kepalanya masih berputar. Ia memandangi tangannya yang tampak lebih dewasa, lalu mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru kamar yang luasnya tidak masuk akal itu. "S-siapa ya? Terus... ini di mana? Kok gue bisa di sini?" tanya Zeva dengan nada bingung sekaligus waspada. Wanita yang menyebut dirinya Bi Minah itu langsung terdiam, matanya membelalak kaget. "Nyonya... Nyonya tidak ingat saya? Ini rumah Nyonya sendiri, rumah Tuan Devan." Zeva tertegun. Nama-nama itu terasa tidak asing. Otaknya mencoba memproses informasi tersebut sampai akhirnya ia teringat buku novel yang ia lempar ke sofa tadi malam. "Bentar... jangan bilang gue masuk ke novel sampah itu?" gumam Zeva dengan wajah pucat pasi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines