lelaki desa yang menghangatkan hati

lelaki desa yang menghangatkan hati

  • WpView
    Reads 26
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 9, 2025
Arya adalah pria desa berusia awal 30-an, dikenal kuat, pendiam, dan sangat dihormati warga. Ia adalah orang kepercayaan Om Bima, pemilik kebun teh terbesar di desa. Arya mengelola langsung kebun itu: dari pembagian kerja, panen, hingga menjaga kualitas. Walau bukan mandor secara jabatan, ia jadi ujung tombak pengelolaan di lapangan-sosok yang disegani karena kerja keras dan dedikasinya. Ketika mendengar Raka, keponakan Om Bima dari kota, akan datang dan tinggal cukup lama, Arya langsung sinis. Dalam pikirannya, Raka pasti pria kota manja yang hanya bisa menghambur-hamburkan waktu. Dan benar saja, saat pertama bertemu, Raka muncul dengan wajah putih bersih, wangi, dan langkah ragu. Arya langsung mengernyit. "Tangan segitu halus mau pegang cangkul? Baru juga lihat lumpur, udah mingkem pasti," pikirnya. Awalnya Arya dingin, bahkan sinis. Tapi waktu berjalan. Raka, meskipun tampak lemah, ternyata tidak pernah mengeluh. Ia sopan, tidak menyusahkan, dan malah diam-diam membantu pekerja kebun, walau kadang canggung dan kikuk. Ia bahkan belajar menyesuaikan diri, tanpa pernah merasa lebih. Hari demi hari, penilaian Arya perlahan runtuh. Ia mulai melihat keteguhan hati Raka, luka di balik tatapannya, dan ketulusan yang tak dibuat-buat. Hatinya yang tertutup mulai terbuka... meski ia sendiri masih menyangkal rasa yang mulai tumbuh.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hingga Takdir Menguatkanku
  • Dear My Kapten (2025)
  • KALANA
  • pelukan saat hujan
  • Meraih Cinta Suamiku
  • Laut dan Luka
  • SEIMAN SEPELAMINAN
  • Patah di titik terendah
  • senja diberanda kayu

PENASARAN LANGSUNG BACA AJA!! Aira, seorang gadis yang tumbuh dalam keluarga broken home, harus menghadapi kehidupan yang penuh luka sejak kecil. Diasuh oleh Nenek dan Kakeknya, ia berjuang melawan rasa kehilangan dan luka batin, terutama dengan hubungannya yang renggang dengan sang ayah. Impian untuk mondok saat SMP atau SMA terpaksa ia kubur karena keterbatasan ekonomi, tetapi ia tidak menyerah. Dalam perjalanan hijrahnya, Aira menemukan cahaya harapan melalui ilmu agama dan semangat untuk menggapai cita-cita. Namun, kehilangan Kakek, sosok pengganti cinta pertamanya, menjadi ujian terbesar yang hampir meruntuhkan hatinya. Meski penuh air mata, Aira bangkit, melangkah lebih teguh, dan membuktikan bahwa takdir yang pahit sekalipun bisa membentuknya menjadi pribadi yang kuat. Ini adalah kisah tentang perjuangan, keteguhan hati, dan harapan yang terus menyala.

More details
WpActionLinkContent Guidelines