lelaki desa yang menghangatkan hati

lelaki desa yang menghangatkan hati

  • WpView
    LECTURAS 14
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, may 9, 2025
Arya adalah pria desa berusia awal 30-an, dikenal kuat, pendiam, dan sangat dihormati warga. Ia adalah orang kepercayaan Om Bima, pemilik kebun teh terbesar di desa. Arya mengelola langsung kebun itu: dari pembagian kerja, panen, hingga menjaga kualitas. Walau bukan mandor secara jabatan, ia jadi ujung tombak pengelolaan di lapangan-sosok yang disegani karena kerja keras dan dedikasinya. Ketika mendengar Raka, keponakan Om Bima dari kota, akan datang dan tinggal cukup lama, Arya langsung sinis. Dalam pikirannya, Raka pasti pria kota manja yang hanya bisa menghambur-hamburkan waktu. Dan benar saja, saat pertama bertemu, Raka muncul dengan wajah putih bersih, wangi, dan langkah ragu. Arya langsung mengernyit. "Tangan segitu halus mau pegang cangkul? Baru juga lihat lumpur, udah mingkem pasti," pikirnya. Awalnya Arya dingin, bahkan sinis. Tapi waktu berjalan. Raka, meskipun tampak lemah, ternyata tidak pernah mengeluh. Ia sopan, tidak menyusahkan, dan malah diam-diam membantu pekerja kebun, walau kadang canggung dan kikuk. Ia bahkan belajar menyesuaikan diri, tanpa pernah merasa lebih. Hari demi hari, penilaian Arya perlahan runtuh. Ia mulai melihat keteguhan hati Raka, luka di balik tatapannya, dan ketulusan yang tak dibuat-buat. Hatinya yang tertutup mulai terbuka... meski ia sendiri masih menyangkal rasa yang mulai tumbuh.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • ArKa (End)
  • KALANA
  • Bersemi Di Ujung Perpisahan
  • senja diberanda kayu
  • TERJEBAK DALAM RASA [REVISI]
  • Laut dan Luka
  • Araleya: Titik Temu Semesta
  • Patah di titik terendah
  • Bayangan di Balik Kabut
  • Yang Tersisa Dari Cinta [ END ]

Typo bertebaran! Belum di revisi!!! "Tadi pas gue pegang lo, lo bilang bukan mahrom tuh maksudnya apa?" Mendapat pertanyaan tersebut membuat Chika menoleh dan melihat mata Arya sekilas. Entah mengapa ia tidak kuat jika harus menatap pria itu. "Itu... Maksudnya laki-laki dan perempuan yang bukan mahrom, tidak boleh berpegangan atau bersentuhan. Kecuali udah menikah" jelasnya. "Orang tua?" tanya Arya lagi. "Boleh, saudara kandung juga boleh, saudara laki-laki atau perempuan dari orang tua juga boleh, keponakan laki-laki atau perempuan juga boleh, kakek nenek kandung juga boleh, dan pelayan tua. Itu sih kayaknya yang boleh," Jelasnya memperhatikan bibir pink dan tebal milik Arya. "Gue sama lo?" tanya Arya lagi. "Nggak boleh, kecuali kita udah nikah," jawabnya spontan. Membuat ia membelalakkan matanya karena kaget dengan ucapannya. Arya yang melihat tingkah Chika pun malah terkekeh. "Lo mau nikah sama gue?" goda Arya. "Idih! Ogah banget!" ujarnya dengan suara yang meninggi. Lagi-lagi ia tidak bisa menahan dirinya. "Santai aja kali," jawab Arya santai.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido