Tubuhnya kini hanyalah penjara suara terkubur dalam gemetar bibir mata yang basah menjadi bahasa terakhir di antara detak waktu yang enggan berjalan Pernah ia menantang langit berdiri tegak di bawah panji kebanggaan namun sayapnya patah di tengah cahaya meninggalkan bayang-bayang yang tak terhapus
More details