We Met (again) in Amsterdam

We Met (again) in Amsterdam

  • WpView
    Reads 78
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 26, 2025
Di tahun terakhir sekolahnya, Lana tidak lagi mencari cinta. Yang ia cari kini hanya tempat yang tenang, ruang untuk bernapas dari keramaian yang dulu pernah terasa hangat tapi kini menyisakan letih. Tapi ketenangan itu justru datang dalam bentuk June, penjaga perpustakaan yang lebih pandai diam daripada bicara. Tak ada pengakuan, tak ada kepastian. Hanya tatapan-tatapan kecil yang singgah terlalu lama, dan tawa lirih yang lahir dari hal-hal sederhana. Mereka bertumbuh, bukan ke arah yang pasti, tapi cukup untuk membuat hari-hari saling menanti. Namun tidak semua yang hangat bisa menjadi rumah. Hubungan itu perlahan mengabur, menyisakan pertanyaan yang tak pernah dijawab. Mereka pergi, bukan karena marah-hanya karena waktu tak mengizinkan untuk tinggal. Waktu berlalu. Hidup berlanjut. Namun kenangan punya cara sendiri untuk tetap tinggal-dan beberapa pertemuan, meski telah lama berlalu, rupanya belum benar-benar selesai. "Ada jeda di antara kita yang tak pernah kita isi, dan sekarang terlalu penuh oleh hal-hal yang tak pernah kita katakan."
All Rights Reserved
#91
amsterdam
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Karena Kamu Rumahnya
  • CEZALINE
  • HIDDEN THREADS
  • Satu Atap, Satu Hati
  • Still And Deep
  • Untuk Oreo dan Kamu [OG]
  • [END] When the Stars are Tired

"Gue datang karena cinta, berjuang karena yakin. Gue terus bertahan dan balik lagi buat dia, walau kadang rasanya capek sendiri. Tapi ternyata, takdir punya rencana lain. Gue dipertemukan sama lo-seseorang yang nggak pernah menghakimi gue, bahkan saat gue salah. Lo yang selalu ngargain sekecil apa pun yang gue kasih, tanpa nuntut balik." ~Aqevra Naylashine Al Zhafira~ Aqevra rela pindah sekolah demi berada di samping pacarnya-Calven Arelliano Freyx. Alasan Aqevra pindah bukan hanya sekadar itu saja. Tapi ada banyak hal yang... tidak semuanya harus diceritakan, bukan? Cukup ikuti saja perjalanannya. "Ternyata itu lo? Atau gue cuma halu karena mengharapkan lo datang? Tapi itu mirip sekali. Gadis manis, bersiap-siaplah untuk berpaling dari laki-laki tidak bertanggung jawab itu." ~Zevran Arelle Narellan~ Kesimpulannya adalah.... kamu punya cinta, tapi hanya Tuhan yang mampu membolak-balikkan hati dan perasaan, mengatur takdir yang tak bisa kita tebak atau lawan. Bagaimana jika orang yang kamu cintai justru menjadi alasan terbesarmu untuk terluka? Mampukah kamu bertahan atau memilih untuk pergi saat segalanya mulai runtuh? Saat janji berubah menjadi dusta, dan harapan perlahan memudar, apa yang akan kamu pilih: bertahan dalam luka atau mencari kebebasan yang baru? WARNING!!! Jangan cuma jadi penonton, ikuti cerita ini sampai titik terakhir. Karena jawaban yang kamu cari ada di sana. semua jawaban ada di halaman berikutnya....

More details
WpActionLinkContent Guidelines