Harsa Abimanyu > On Going

Harsa Abimanyu > On Going

  • WpView
    přečtení 122
  • WpVote
    Hlasy 70
  • WpPart
    Části 11
WpMetadataReadRozepsáno
WpMetadataNoticeNaposledy publikováno pát, čvn 6, 2025
WpInfo
Fanfikce
NCT
Bagi kebanyakan orang, tengah malam adalah waktu terbaik untuk tertidur lelap. Tapi untuk Harsa Abimanyu, itu adalah waktu untuk belajar dan menangisi keadaan di hidupnya. Harsa lahir di keluarga yang penuh tuntutan didalamnya. Ia selalu dituntut agar bisa dibidang apapun. Harsa merasa lelah dengan semua ini. Orang-orang selalu berkata seperti ini ke Harsa ; "enak ya hidup lo, ekonomi nya terjamin semua. Pasti lo ga kekurangan apapun." Tapi nyatanya? Uang tidak selalu menjadi kebahagiaan. Justru, karena uang, Harsa tidak pernah mendapat kasih sayang orangtua nya. Sampai pada suatu hari, ia bertemu dengan seorang gadis cantik di sekolahnya. Gadis itu mengubah hidup Harsa yang tadinya suram menjadi berwarna. Ia adalah, Ginara Arutala. ☆ -series from lagu terakhir di sekolah tua-
Všechna práva vyhrazena
#24
rusak
WpChevronRight
Připoj se k největší komunitě vypravěčůZískej personalizovaná doporučení příběhů, ukládej si oblíbené do své knihovny a komentováním i hlasováním buduj komunitu.
Ilustrace

Taky se ti může líbit

  • Sembagi Arutala
  • The Book Of H
  • Love In Trouble : Harsa | HAECHAN ✔️
  • Sayhan Ulya Gemilang 🌙 (END)
  • CEMARA PUNYA ASA
  • AKHIR (END) ✔
  • ECHO IN THE FOREST ✔ [TERBIT]
  • A Chore In The Family [END]
  • Twins; Jevan-Nevan [TERBIT]

Sembagi Arutala. Nama yang begitu indah, bukan? Nama yang terdengar seperti doa-mengandung makna harapan, cita-cita, dan sinar rembulan di malam gelap. Namun, hidup pemilik nama itu tak pernah seindah artinya. Arutala-begitulah panggilannya. Seorang anak laki-laki yang tampan, pintar, dan tampak selalu ceria. Ia pandai menyembunyikan kesedihan dengan senyuman. Tapi di balik keceriaan yang dilihat orang, tersembunyi jiwa yang rapuh. Bahkan sangat rapuh. Arutala tidak pernah mengerti, kenapa keluarganya memperlakukannya seolah ia tidak ada. Ia tidak pernah tahu alasan di balik kebencian itu-ia hanya tahu bahwa sejak kecil, ia harus belajar menerima dinginnya pelukan yang tak pernah datang, tatapan yang tak pernah mengakui keberadaannya. Setiap hari, Arutala bertanya pada dirinya sendiri, "Apa salahku?" Ini hanyalah fiksi belaka. Jangan diseriuskan. Ide murni author. Publish : 2-4-24

Více informací
WpActionLinkPokyny k obsahu