"Cold Outside, Warm Inside"

"Cold Outside, Warm Inside"

  • WpView
    Reads 165
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 21
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 16, 2025
Mereka adalah anak kembar, namun hidup dalam dua dunia yang sangat berbeda. Jiyong, si adik, tumbuh dengan hangatnya cahaya seni dan kelembutan hati. Sedangkan Jidi, sang kakak, menyelimuti dirinya dalam bayang-bayang kelam dunia mafia. Tak ada yang tahu bahwa di balik wajah dingin dan tangan berlumur darah, GDragon-ketua mafia paling ditakuti se-Asia-hanya punya satu kelemahan: adik kembarnya. Bagi Jidi, Jiyong adalah dunianya. Dan demi dunia itu, Jidi rela membakar dunia lainnya. Menyiksa. Membunuh. Menghancurkan. Tak peduli hukum, moral, atau neraka sekalipun. Karena bagi Jidi... "Jika kau menyakiti adikku, maka kau tak pantas hidup."
All Rights Reserved
#156
bigbang
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Blood and Silence
  • ANGEL OR DEVIL (ANGELICA)
  • 不忘 - Can't Forget (QiXin - WenXuan - WenXin) [END]
  • (End) Athanasia Wagner 2 : Seven Lights
  • WHY DOES MY BROTHER HATE ME?  [REV] √
  • Two Face's!!! (END)
  • 'PERJODOHAN' Treasurexyou
  • DOMINION
  • LOTTO
  • "MAFIA" forbidden love YIZHAN [END PDF]

Semua orang tahu siapa Kim Taehyung. Ia bukan hanya pemimpin mafia terbesar di Asia, tapi juga dikenal karena sifatnya yang dingin, tak tersentuh, dan brutal. Satu senyumnya bisa berarti hidup. Satu tatapannya bisa berarti kematian. Namun tak banyak yang tahu, di balik pintu besi markas pusatnya di Gangnam, ada satu pria yang membuat Kim Taehyung kehilangan kendali atas dirinya: Jeon Jungkook. Jungkook adalah anak dari keluarga Jeon, rival lama klan Kim. Setelah keluarga Jeon dihancurkan dalam satu malam oleh perang antar mafia, Jungkook menghilang dari radar. Taehyung mengira ia sudah mati... sampai seorang informan menyeret pemuda bermata tajam itu ke hadapannya. "Dia penyusup. Kami menemukannya sedang menyelinap ke lab senjata bawah tanah." Namun saat semua anak buah menunggu aba-aba untuk menembak, Taehyung malah berjalan pelan, lalu berlutut dan menatap Jungkook. "Lama tidak bertemu, Jeon Jungkook." Darah Jungkook mengalir deras. Tapi bukan karena takut-melainkan karena tatapan itu, tatapan yang pernah begitu hangat ketika mereka masih muda. Sebelum perang, sebelum dendam, sebelum dunia mengubah mereka menjadi monster. "Aku tidak datang untuk balas dendam," kata Jungkook lirih. "Aku datang... karena aku ingin tahu... kenapa kau membiarkan aku hidup malam itu." Taehyung terdiam. Ia tidak menjawab. Hanya menggenggam erat dagu Jungkook dan berkata pelan, "Karena membunuhmu akan menghancurkan satu-satunya hal manusiawi yang masih tersisa dalam diriku." Dan malam itu, bukannya mengurungnya, Taehyung menyembunyikan Jungkook di dalam markas. Di balik pintu-pintu rahasia, di ruangan tempat tak seorang pun boleh masuk. Mereka tahu ini gila. Ini pengkhianatan. Ini bunuh diri jika ketahuan. Tapi mereka juga tahu, cinta di antara dua musuh bisa menjadi senjata paling mematikan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines