Aku pernah Menunggu

Aku pernah Menunggu

  • WpView
    Reads 36
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 26, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Buku ini berisi hal-hal yang tak pernah sempat aku ucapkan secara langsung. Tentang rindu yang diam, harapan yang tumbuh perlahan, dan perasaan yang hanya bisa kutuangkan dalam kata. Aku menulis ini bukan untuk membuatmu mengerti, tapi kalau suatu hari kamu membacanya-setidaknya kamu tahu, aku pernah menunggumu. Diam-diam, dalam diam yang panjang.
All Rights Reserved
#538
cintadiamdiam
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jauh. Esok Nanti atau Selamanya
  • The Bleeding Lady [completed]
  • GEMURUH DALAM DIAM
  • AFKARA [END]
  • Rindu Dalam Diam
  • DALAM DIAM ADA RASA
  • The Blooming Lady [completed]
  • Derana Duka (lengkap) tidak terbit fisik/pdf

Bagaimana jika perasaan itu tumbuh tanpa izin, hadir tanpa undangan, dan tinggal terlalu lama dalam hati yang tak pernah disapa? Ini adalah kisah tentang mencintai dalam diam. Tentang seseorang yang tidak pernah diminta untuk datang, tapi jadi alasan untuk bertahan. Harapan yang disimpan rapi di pojok hati, tak pernah diminta untuk dibalas, hanya ingin dimengerti. "Jauh. Esok nanti atau selamanya" bukan sekadar cerita cinta. Ini adalah perjalanan jiwa-tentang perjuangan tanpa jaminan, tentang kehilangan tanpa kata, tentang kecewa yang tak terucapkan, dan tentang harapan yang tetap tumbuh meski tahu ia tak akan pernah dipetik. Jika kamu pernah berharap pada seseorang yang bahkan tak tahu kamu ada, mungkin cerita ini adalah tentangmu juga. Karena mencintai yang paling tulus, kadang justru tak perlu memiliki-cukup mengikhlaskan, dan diam-diam mendoakan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines