Aku pernah Menunggu

Aku pernah Menunggu

  • WpView
    Reads 36
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 26, 2025
Buku ini berisi hal-hal yang tak pernah sempat aku ucapkan secara langsung. Tentang rindu yang diam, harapan yang tumbuh perlahan, dan perasaan yang hanya bisa kutuangkan dalam kata. Aku menulis ini bukan untuk membuatmu mengerti, tapi kalau suatu hari kamu membacanya-setidaknya kamu tahu, aku pernah menunggumu. Diam-diam, dalam diam yang panjang.
All Rights Reserved
#6
tanpasengaja
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Bleeding Lady [completed]
  • Untuk Dimas (End) REVISI
  • Behind the Silence
  • The Blooming Lady [completed]
  • Ketika Tulisan bercerita?
  • Ruang Kosong di Antara Jingga
  • Rindu Dalam Diam
  • Silent Love
  • Jauh. Esok Nanti atau Selamanya

Ia tak pernah meminta hidup yang sunyi. Namun sejak kecil, ia diajari bahwa diam adalah satu-satunya cara untuk bertahan. Seorang perempuan dinikahkan oleh ayahnya dengan anak angkat yang tak pernah merasa memiliki siapa pun. Pernikahan mereka bukan tentang cinta, melainkan tentang kewajiban, dendam, dan luka yang diwariskan tanpa permisi. Laki-laki itu tak pernah mencintainya. Bahkan, tak pernah mencoba. Yang ia lihat hanyalah sosok yang mewakili masa lalu yang ingin ia lupakan, bayangan dari keluarga yang membuatnya merasa asing seumur hidup. Malam-malam perempuan itu dipenuhi dingin. Bukan hanya dari tubuh yang menjauh, tapi dari kemarahan yang tak ia pahami. Namun dalam sunyi yang dipaksakan, ia tetap bertahan. Mencoba belajar mencintai dalam diam. Menanti entah untuk disembuhkan, atau perlahan dilenyapkan. Kisah sunyi tentang hati yang tak pernah dipilih, dan luka yang terlalu dalam untuk disuarakan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines