Aku pernah Menunggu

Aku pernah Menunggu

  • WpView
    Reads 36
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 26, 2025
Buku ini berisi hal-hal yang tak pernah sempat aku ucapkan secara langsung. Tentang rindu yang diam, harapan yang tumbuh perlahan, dan perasaan yang hanya bisa kutuangkan dalam kata. Aku menulis ini bukan untuk membuatmu mengerti, tapi kalau suatu hari kamu membacanya-setidaknya kamu tahu, aku pernah menunggumu. Diam-diam, dalam diam yang panjang.
All Rights Reserved
#198
tentangdia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Elegi Cinta tak Berlabuh
  • Silent Love
  • Rindu Dalam Diam
  • Ruang Kosong di Antara Jingga
  • Surat Untuk Perasaan Yang Tak dimengerti
  • GEMURUH DALAM DIAM
  • Ketika Tulisan bercerita?
  • Untuk Dimas (End) REVISI
  • The Bleeding Lady [completed]

Dimulai dari bangku sekolah, dua jiwa diam-diam saling terpikat -- dan akhirnya dekat. Pras, si pendiam yang menyimpan dunia dalam sunyi; dan Friska, gadis ceria yang menulis hidupnya dengan warna dan tawa. Mereka tak pernah benar-benar memiliki waktu untuk selesai. Cinta mereka tumbuh diam-diam tanpa sempat diucapkan. Ini bukan kisah tentang siapa yang menang atau kalah. Ini tentang cinta yang datang, menetap sebentar, lalu pergi. Tetapi jejaknya abadi di hati yang tak pernah benar-benar rela melepaskan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines