Always Choose You

Always Choose You

  • WpView
    Leituras 63
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Capítulos 4
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização qui, jun 5, 2025
WpInfo
Ficção
Romance
"makanya confess goblok, bukannya cemburu gak jelas gini" Binar sudah berusaha sebisa mungkin untuk menjaga jarak dengan lelaki itu, tapi dunia selalu punya cara untuk mempertemukan mereka. Ya, siapa lagi kalau bukan Harsa tetangga sekaligus kakak dari sohibnya yang menurutnya mempunyai aura mengintimidasi dengan mata yang selalu menatapnya tajam. Harsa seolah sudah membangun benteng permusuhan yang tinggi untuk gadis itu, bahkan sebelum Binar mendekat untuk menyapanya. Sehingga perasaan takut dan segan untuk mengakrabkan diri Binar ke Harsa rasanya sangat amat susah dan sepertinya mereka tidak akan pernah cocok. Padahal.... "makin cantik kan dia bang, kasian deh lo gak bisa tiap hari ketemu dia hahaha" "lo beneran gak mau ini sama dia? Buat gue saja kalo begitu ya?" "cemen lo, beraninya liat dari jauh doang keburu di embat orang itu si doi" "udah punya pacar sekarang dia bang" "sudah putus itu dia, GASS SANAAA!" 10/05/25
Todos os Direitos Reservados
#48
komediromantis
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Parachma [END]
  • Langit Yang Merenggut Cinta
  • Kakak Tingkat ✔ [COMPLETED]
  • Roommate With Benefits
  • My Crush Boy Next Door (END) -TAHAP REVISI
  • How to be Your Friend
  • diagnosis hati
  • Stumbled Into You
  • Un Crush! [TERBIT]

"Kita kan sering ketemu Ra, ibarat kata kita udah biasa bareng berdua. Jadi bisa aja kan ada perasaan special yang timbul." Ucap Pandu. Rachma hanya diam sibuk mencerna apa yang dikatakan Pandu barusan, entah malam ini otaknya terasa sangat lambat untuk menerima percakapannya dengan Pandu. "Kita sama-sama dewasa Ra, jadi nggak mungkinkan aku mau main-main sama kamu. Udah bukan waktunya lagi." Imbuh Pandu lagi. "Mas Pandu?," panggil Rachma. Pandu menengok kearahnya, melihat lekat kearah mata hitam nan indah itu dengan lembut. "Jangan bilang iya kalau akhirnya enggak, jangan janji kalau nantinya nggak bisa menepati." Ucap Rachma sendu. "Aku nggak pernah main-main sama ucapan aku Ra, sekalinya aku sayang nggak bakal aku lepas. Walaupun ada yang menentang sekalipun." Tegas Pandu. Malam ini bintang serta cahaya rembulan menjadi saksi antara mereka berdua, membangun komitmen memang tak pernah semudah membalikkan telapak tangan. Harus ada kepercayaan, komunikasi, serta pengertian yang luas dan dikehendaki keduanya.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo