Azure Touch: Lines He Never Crossed

Azure Touch: Lines He Never Crossed

  • WpView
    مقروء 20
  • WpVote
    صوت 4
  • WpPart
    فصول 2
WpMetadataReadمستمرّة
WpMetadataNoticeآخر تحديث: أحد, مايو ١١, ٢٠٢٥
Antara pena dan kuas yang menari di atas kanvas kosong, menciptakan sebuah lukisan dengan garis sketsa penuh cerita dan luka, dan warna-warni penuh ekspresi dan emosi. Pertarungan tanpa suara antara biru dan hitam-putih yang tak terpisahkan. Menegaskan warna dan bayangan tak akan pernah bersatu. Itu fakta, sampai dunia berakhir pun warna tak akan bisa menutupi bayangan kelabu, yang ada hanya membuatnya semakin pekat tak terhapuskan dan membiarkan warna memudar hingga hilang dari pandangan. ---------------------- Azura Lilia Skye dan Kaivan Mahesa Althaire sama-sama mencintai seni lukis, namun dengan gaya yang berbeda-Azura pandai bermain warna tapi tak bisa membuat sketsa, sedangkan Kaivan mahir menggambar tapi kesulitan memberi warna. Jika disatukan, mereka bisa menciptakan lukisan penuh harmoni. Namun kisah ini bukan hanya tentang seni, melainkan tentang bagaimana dua jiwa berusaha menyatu dalam satu kanvas memori. Azura ingin menghiasi dunia Kaivan yang kelabu dengan warnanya, tapi dunia Kaivan yang kosong bak lukisan monokrom dengan bayangan masa lalu membuatnya sulit menerima kehadiran warna baru. Mampukah Azura memudarkan bayangan itu, atau justru ia yang memudar dan meninggalkan Kaivan bersama lukisan sepi miliknya?
جميع الحقوق محفوظة
انضم إلى أكبر مجتمع لرواية القصص في العالماحصل على توصيات قصص مخصّصة، احفظ قصصك المفضلة في مكتبتك، وقم بالتعليق والتصويت لتنمية مجتمعك.
رسم توضيحيّ

قد تعجبك أيضاً

  • K e [y] n a [n]. [COMPLETED]
  • Growing Pains
  • KAIZORA (END)
  • Perfect Love
  • KEPERGIAN SENJA
  • Senandika : Titik Temu
  • The Sky Before Secrets

[JANGAN LUPA FOLLOW AUTHORNYA] #2 -fiksiremaja [1 Juni 2018] #13. -fiksiremaja [25 Mei 2018] Cover by: @lenzhy25 SEBAGIAN CERITA DIPRIVAT!!! Tak ada yang tahu tentang hati, kecuali pemiliknya. Jika mulut tertutup rapat, sedangkan hati ingin menggungkap, akankah keduanya menemukan cara yang tepat? Mungkin ini yang terjadi di antara Keyna dan Kenan. Tentang Keyna yang terlalu dungu untuk menunggu, mulutnya tak berani mengucap. Sedangkan Kenan, ia baru menyadari jika pertemuannya dengan Keyna bukanlah pertemuan pertamanya. Lalu di manakah dulu mereka pernah bertemu? Dan siapa sebenarnya Keyna? Ketika semua jawaban telah Kenan dapat, mengapa mulutnya masih mengelak? Padahal hatinya sudah meronta-ronta berteriak. Akankah keduanya bisa menggungkapkan perasaan yang masih semu? Masih terlalu abu-abu? Keadaan keluarga Keyna membuat dirinya harus bersaing dengan Kenan. Kehadiran Kenan yang awalnya hanya membuatnya kesal, kanapa lama-kelamaan justru membuat Keyna nyaman? Apakah dengan kenyamanan saja cukup untuk Keyna? Jika tidak, haruskah Kenan menyerah dan memilih pergi? Atau justru Kenan dapat mencairkan seluruh keraguan yang masih bersarang di benak Keyna? Begitu juga dengan Keyna, akankah dia mempersilahkan Kenan masuk ke dalam hatinya atau justru membuang Kenan jauh dari pandangnya? *** -brilliantradhea 27/02/18

تفاصيل إضافية
WpActionLinkإرشادات المحتوى