Yang Tidak Kita Pilih

Yang Tidak Kita Pilih

  • WpView
    Reads 20
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 10, 2025
Yang Tidak Kita Pilih Tidak semua orang lahir dengan awal yang sama. Ada yang dibukakan pintu-pintu luas sejak pertama kali menangis, dan ada yang bahkan harus mengetuk dengan darah di ujung jari. Kehidupan, kata orang, adalah perlombaan. Tapi tak pernah ada yang benar-benar adil dalam garis startnya. Ada yang disambut cahaya, ada yang tenggelam dalam kabut. Aku tidak memilih dilahirkan seperti ini. Tidak memilih keluarga yang selalu kekurangan. Tidak memilih wajah yang biasa saja. Tidak memilih tubuh yang cepat lelah, atau pikiran yang lambat menyerap. Tidak memilih menjadi orang yang, jika hilang dari dunia ini besok pagi, barangkali hanya akan dikenang oleh segelintir orang-lalu dilupakan seperti kabut yang menguap. Tapi justru di situlah aku hidup. Di antara ketidakpilihan itu, aku menemukan diriku. Ini bukan cerita tentang kemenangan. Bukan tentang akhir yang bahagia, atau keajaiban yang membalikkan nasib. Ini hanya tentang seseorang yang berhenti berperang dengan takdir, dan mulai belajar berjalan bersamanya. Tanpa dendam. Tanpa harapan yang membutakan. Tanpa ilusi bahwa semua ini harus masuk akal. Karena mungkin, yang paling berani bukanlah yang menaklukkan dunia, tapi yang mampu berdiri di tengah kepedihan dan tetap mengucap terima kasih.
All Rights Reserved
#233
slice
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kisah Akala
  • T E R B U N U H   S E P I  || Z W E I T S O N •• U N 1 TY || E N D
  • I Was Born Sick [End]
  • ALIKA DAN LUKANYA [TAHAP REVISI]
  • When Fate Plays its Role
  • Resital Sunyi (End)
  • CATUR [END]
  • Sorry i'm late (COMPLETED)
  • Pain of the Slayer

Sederhana saja, ini bukan kisah pahlawan atau dongeng penuh bahagia. Ini tentang Akala Mannaf Kanagara-anak yang tak pernah diinginkan, hidup di rumah yang seharusnya jadi tempat pulang, tapi lebih sering terasa seperti neraka yang berwujud elegan. Ini tentang rasa yang harus abadi dalam bait aksara, tentang asmaraloka yang menjadi melankolia, dan tentang harsa yang harus menjadi lara. tentang Akala, yang hidup karena dunia belum memberinya pilihan untuk mati. "Mati. Aku hanya ingin mati!" Sebaris kalimat yang selalu di lontarkan dalam benaknya. . . . . . . . . . "Apa salah saya ma?" "Salah kamu karena telah lahir ke dunia ini" "Saya tidak pernah meminta di lahirkan, dan saya juga tidak pernah mau untuk di lahirkan. Bahkan kalian tidak pernah menganggap saya hadir di dunia ini" *** "saya suka sama kamu" "tapi kita beda keyakinan, kala" "saya tidak peduli, tuhan itu satu" "tuhan memang satu, kala. tapi, kita yang berbeda" *** "jangan pernah sakit lagi, kal. jangan tinggalin kita" "apa peduli lo semua?!" *** "lo sudah bahagia kan?" "bahagia lo membuat kita sadar kalau ternyata selama ini kita salah menyia-nyiakan sahabat sebaik lo" *** "selamat tidur, matahari ku" Copyright'' allovareyy_ 2023

More details
WpActionLinkContent Guidelines