Cermin Ke Dunia Aetheria

Cermin Ke Dunia Aetheria

  • WpView
    Reads 89
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 10, 2025
WpInfo
Fiction
Fantasy
Raina, gadis 16 tahun dengan rambut sebahu dan tatapan selalu penasaran, berdiri terpaku di depan rumah tua yang diwarisi dari neneknya. Bangunan itu berdiri seperti bangkai raksasa di tengah desa kecil bernama Windmere, penuh dengan tanaman rambat dan cat yang mengelupas. Tapi yang paling menarik perhatian Raina bukan dindingnya, melainkan cermin besar di loteng, berbingkai perak dengan ukiran aneh seperti simbol bintang, mata, dan akar pohon. "Aneh... kenapa cermin ini dingin sekali, padahal lotengnya panas," gumam Raina, meletakkan tangannya di permukaannya. Begitu jari telunjuknya menyentuh simbol di sudut kanan atas, udara di sekitarnya bergelombang. Cermin itu bersinar lembut biru, dan permukaannya mulai berputar seperti pusaran air. Sebelum Raina sempat mundur, sebuah suara terdengar di dalam kepalanya: "Pewaris Cahaya, waktumu telah tiba." Dan dalam sekejap, tubuhnya tersedot ke dalam pusaran itu. Raina terjatuh di atas rerumputan ungu dan langit jingga - dunia asing yang tampak seperti mimpi dan mimpi buruk bersatu. Makhluk bersayap perak melayang di udara. Pohon-pohon berbisik. Di kejauhan, berdiri sebuah menara kristal yang memancarkan sinar ke langit. "Selamat datang di Aetheria," kata seorang anak laki-laki sebaya yang tiba-tiba muncul di sampingnya. "Kami sudah menunggumu selama dua abad."
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Land of Youth
  • The God of The Rings ✔
  • I'm More Than Just A Princess
  • Twinblossom
  • I Live Again to be Happy -Su Jia Limei-
  • Behind the Chill of the Night Wind
  • MAGICAL DREAM: STAR AND MOON
  • bisikan
  • I Was The Evil Witch

Luar biasa indahnya-bahkan terlalu indah daripada berlian di museum sekali pun. Nattlee tidak bisa melepaskan pandangannya dari cermin, dibawah sorot lampu kamar mandi sepasang permata hijau berkilau sejerni air balik menatap dari seharusnya tempat matanya berada. Awalnya mata itu seperti biasa, hijau muda biasa yang dikatakan orangtuanya sangat indah. Tetapi sekarang, warna itu berkilau dan mengeras seperti air di musim dingin. Dan bagaimanapun jadinya, berakhir seperti permata. Akan tetapi permata itu terlalu mencolok untuk dimiliki oleh seorang pelajar baru sepertinya, di satu sisi bukan pertanda yang bagus. Bagaimana anak-anak lain akan menyikapinya? Tak semua orang akan menganggap itu sebagai mata. Akhirnya mata itu akan berubah menjadi bencana bagi Nattlee, apalagi jika Kenan-teman masa kecilnya-mengetahui hal itu. Hidup Nattlee akan semakin merana. Sejak saat itu dunianya berubah, dimulai dari matanya yang berubah menjadi pertama. Seorang pemuda misterius muncul di sekolah dan menyebarkan kehebohan dengan keunikan dirinya, yang mengejutkannya-saat mereka bertemu-memiliki permata biru indah yang berkilau. Mata pertama yang sama. Seolah adalah takdir, pemuda itu bertingkah aneh dengan mengatakan kalau dirinya-Nattlee-berasal dari dunia yang berbeda. ---- Catatan : Jika kalian pengguna aplikasi membaca lain (fizzo) jangan kaget kalau menemukan cerita ini, karena keduanya sama buatan author

More details
WpActionLinkContent Guidelines