Obsidian Requiem

Obsidian Requiem

  • WpView
    Reads 19
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 23, 2025
Lucien Dray Arkos D'Armano, pewaris tunggal kekaisaran mafia Italia yang brutal dan berpengaruh, hidup dalam bayang-bayang trauma masa kecil, rahasia kelam keluarga, dan kehampaan emosional. Segalanya berubah saat ia bertemu seorang wanita muda yang tidak pernah ingin ia jatuh cinta padanya bukan karena ia tak bisa, tapi karena dia adalah bagian dari rencana balas dendamnya. Namun, obsesinya tumbuh. Cinta dan kemarahan, pengkhianatan dan ketertarikan, bercampur dalam permainan penuh manipulasi dan darah. Siapakah sebenarnya wanita itu? Dan apa rahasia di balik tatapan mata Lucien yang dingin namun menyimpan luka?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • A TOTAL SINNER
  • Possessed by You
  • fatqell - DEAL WITH THE DEVIL
  • THE WOLF BURIED IN ROSE
  • Fall In Your Shadow
  • UNDER HIS COMMAND (DOMINATION #2)
  • She Loved A Lie
  • LA FEDELTÀ

Warning! Dark Romance, Mature scenes Satu hal yang paling Luciene benci di dunia ini adalah ketika papanya mengumumkan bahwa ia akan memiliki pengganti mamanya, Diana. "I will never accept anyone who wants to replace my mother. Tidak ada yang cukup pantas untuk menggantikannya, bahkan ratu dari kerajaan dunia sekalipun." Luciene menatap Cody (Papa Luciene) dengan menunjukan sedikit smirk jahat di bibirnya. Tatapan tajam dengan wajah sadis yang rupawan merupakan kutukan terbesar bagi semua orang yang melihatnya. Mata Luciene teralihkan dan menunduk untuk menatap ke arah perempuan muda yang berdiri di sebelah Cody, dia merupakan anak dari "Mama" barunya itu. Dia menatap intens perempuan itu sampai ia gemetar di sekujur tubuhnya. Smirk Luciene membesar sebelum menatap kembali ke arah Cody. Cody tahu jelas apa yang ada di pikiran Luciene. Ia langsung menarik perempuan itu ke belakangnya guna melindunginya. "Luciene kamu jangan coba berani main-main dengan adikmu!" Luciene terkekeh dan berbalik berjalan menuju kamarnya, "Darah dagingmu kah sehingga dia harus ku anggap adikku?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines