Here, Mas Faaris.

Here, Mas Faaris.

  • WpView
    Reads 49
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 12, 2025
Tidak pernah terbayangkan oleh Faaris Adhitama, lelaki berumur 28 tahun itu kini dekat dengan seorang gadis yang kini berusia 18 tahun. Sejatinya, ia tidak punya waktu untuk dekat dengan perempuan, selain karena pernah dikhianati, Faaris terlalu malas memulai hubungan dari awal. Tetapi, 2 minggu yang lalu sebelah rumahnya yang kosong tak terisi hingga 3 tahun kini ditempati oleh dua orang perempuan yang bisa ia tebak itu adalah seorang anak perempuan dan ibu dari anak tersebut. Terbiasa dengan suasana rumah yang sepi, ia mulai gondok setengah mati saat mendapati selalu ada saja musik di malam hari dengan volume yang cukup besar dan suara yang menggema seakan-akan pemilik suara tersebut bangga atas suara bak curut kejepit yang ia miliki. Lantas, mengapa bisa setelah 5 bulan kemudian ia malah terlihat sangat dekat dengan sang perempuan bersifat kekanak-kanakan yang sangat Faaris hindari tersebut? Sebelum baca jangan lupa follow yaa ^^.
All Rights Reserved
#168
work
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [END] WHAT WE HAVE PASSED TOGETHER?
  • 𝐀𝐋𝐈𝐕𝐄
  • He Was My First Crush (Curse!)
  • May I Love You?
  • Unwelcome Neighbor ft Lee Heeseung of Enhypen [COMPLETED]
  • Kumpulan Novelet Romansa (one shoot)
  • Boys Around Her (Telah Terbit)✔
  • Lila: Ruang Tanpa Jendela
  • Happiness [Completed]
  • Unwritten Chapter

[FOLLOW ME BEFORE READING.] Apa yang akan dilakukan saat waktu hampir habis? Waktu yang selama ini tidak pernah berhenti, tiba-tiba mengajak untuk menghabisi dunia. Kau pikir, semuanya akan baik-baik saja. Sampai saat yang paling lama kau baru boleh pergi. Tapi tiba-tiba, kau teringat tentang waktu yang selama ini telah kau habiskan. Lalu menyesalinya. Seolah-olah kau ingin memiliki lebih banyak waktu lagi. Menurutmu, apa semuanya masih bisa baik-baik saja? Gilang memikirkan hal yang sama setelah ia mendapat tugas untuk menjaga saudara angkatnya. Bukannya apa-apa, Gilang hanya tidak mau menghabiskan waktunya yang tidak seberapa untuk tugas menjaganya itu. Ia juga tidak mau menyerahkan waktunya bersama orang lain. Bahkan sedetik pun. Tapi siapa yang tahu, Gilang malah jatuh cinta pada saudara angkatnya. Mati-matian ia berusaha agar Adin tidak balas mencintainya. Dan sekarang, semua terserah pada Gilang. Karena waktunya tidak bisa menunggu. Setidaknya, sampai mati. [PLEASE, DON'T COPY MY STORY.]

More details
WpActionLinkContent Guidelines