Story cover for SERENDIPITY by Amberbeam_
SERENDIPITY
  • WpView
    LETTURE 89
  • WpVote
    Voti 10
  • WpPart
    Parti 14
  • WpView
    LETTURE 89
  • WpVote
    Voti 10
  • WpPart
    Parti 14
In corso, pubblicata il mag 10, 2025
"Maaf..." kata Anna lirih, tanpa sadar telah membuka mulut. Pria itu mendongak. Mata mereka bertemu. Hijau dan coklat tua. Hening.

"Apa kau butuh bantuan?" tanyanya lagi, lebih lembut.

Pria itu tampak terkejut. Ia memandangi Anna sejenak, lalu mengangguk dengan senyum tipis. "Kalau kau tahu bagaimana cara menghentikan tangisan ini, kau akan menjadi penyelamatku malam ini."

Anna tertawa pelan. Ia mendekat, lalu menyodorkan tangan kecilnya ke arah Felicitas. "Hai, Kleine. Aku Anna..."

Dan untuk pertama kalinya dalam dua jam terakhir... tangisan itu berhenti.

Felicitas menatap Anna dengan mata basahnya, lalu menggapai wajahnya. Tangannya menyentuh pipi Anna, lalu ia menyandarkan kepala mungilnya di dada wanita itu.

Xander terdiam. Lalu tersenyum. "Namaku Xander. Dan sepertinya, kamu benar-benar penyelamat malam ini."
Tutti i diritti riservati
Iscriviti per aggiungere SERENDIPITY alla tua libreria e ricevere aggiornamenti
oppure
#247destiny
Linee guida sui contenuti
Potrebbe anche piacerti
Potrebbe anche piacerti
Slide 1 of 7
THREAD OF DESTINY cover
BAD FIANCÉ cover
The Origin Of Dhampir [TAMAT DI DREAME] cover
Meniduri Wanita Lain [END] cover
My Lovely Brother! cover
NEVER LETTING YOU GO (END) cover
Cuddling Myself cover

THREAD OF DESTINY

15 parti Completa Per adulti

WARNING!! Kalo udah baca part 1, nggak akan berhenti sampai End "Kak Altha, pokonya jangan deket-deket cewek itu!" Altha diam. "Deika pengen di ajarin sama kak Altha, dong." Altha masih tetap diam. "Kak Altha, makan apaan sih kok bisa ganteng begitu?" "Kak Altha." "Kak Altha." "Woy! kak!." "Lo bawel banget sih!!!" Akhirnya, Altha kehilangan kesabarannya. Deika seorang siswi super aktif dan ceria di sekolah sudah menjatuhkan hatinya untuk Seniornya, Altha. Ia berusaha menarik perhatian laki-laki itu dengan segala cara yang ia bisa. Altha yang hanya tertarik buku, buku dan buku, merasa Deika adalah gangguan dalam hari-harinya. Namun Altha terkejut saat tanpa sadar sudah masuk terlalu dalam di kehipan Deika. Gadis itu, jauh dari apa yang Altha bayangkan. Seakan memang sudan seharusnya terjadi, benang takdir perlahan terurai, membawa mereka berdua pada fakta pahit yang mulai terkuak.