Hemos actualizado nuestras Pautas de Contenido.
Consulta las pautas más recientes para seguir compartiendo historias de forma segura.
SERENDIPITY

SERENDIPITY

  • WpView
    LECTURAS 108
  • WpVote
    Votos 10
  • WpPart
    Partes 14
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, may 16, 2025
WpInfo
Ficción
Romance
"Maaf..." kata Anna lirih, tanpa sadar telah membuka mulut. Pria itu mendongak. Mata mereka bertemu. Hijau dan coklat tua. Hening. "Apa kau butuh bantuan?" tanyanya lagi, lebih lembut. Pria itu tampak terkejut. Ia memandangi Anna sejenak, lalu mengangguk dengan senyum tipis. "Kalau kau tahu bagaimana cara menghentikan tangisan ini, kau akan menjadi penyelamatku malam ini." Anna tertawa pelan. Ia mendekat, lalu menyodorkan tangan kecilnya ke arah Felicitas. "Hai, Kleine. Aku Anna..." Dan untuk pertama kalinya dalam dua jam terakhir... tangisan itu berhenti. Felicitas menatap Anna dengan mata basahnya, lalu menggapai wajahnya. Tangannya menyentuh pipi Anna, lalu ia menyandarkan kepala mungilnya di dada wanita itu. Xander terdiam. Lalu tersenyum. "Namaku Xander. Dan sepertinya, kamu benar-benar penyelamat malam ini."
Todos los derechos reservados
#361
serendipity
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Cold Devil [#TDS2]
  • My Lovely Brother!
  • Cuddling Myself
  • Marrying Mr Arrogant (Tamat)
  • Fierce Love
  • Your's My Flashlight (Slow Update)
  • See Me !! || The Truffatore #1 (COMPLETE)

SELURUH KARYA MADE IN EARTH DILINDUNGI OLEH PROFESIONAL HUKUM PURE PUBLISHING!! PLAGIAT AKAN DIKENAKAN DENDA MINIMAL 500 JUTA DAN PENJARA MINIMAL 2 TAHUN [Darren - Annabelle] Konten Dewasa 21+ Punggung wanita itu membentur tembok dengan kuat. Lelaki yang menggendongnya seolah tidak mau melepaskan bibir yang sedang dilahapnya. Bergulat dengan nafsu seolah hanya bibir itu yang dapat meredakan dahaganya. Desahan kuat terdengar dari Annabelle ketika Darren menjilat leher hingga cuping telinganya dengan lidahnya yang panas nan lembab itu. Annabelle tidak dapat berpikir jernih. Tidak dapat berpikir kembali jika yang sedang mencumbunya adalah musuh bebuyutannya sendiri sedari kecil. Erangan serak terdengar dari Darren kita Annabelle ikut menjilati leher pria yang menggendongnya. Darren kembali mencium bibir Annabelle, memeluk punggung mungil wanita itu kuat-kuat dan berjalan ke arah ranjang dengan mulut yang masih mencium ganas wanitanya. Annabelle terlempar ke atas kasur. Darren segera menindihnya dan kembali mencium Annabelle dengan kasar. Minuman sialan. Kenapa Annabelle bisa terjebak dengan minuman yang sudah dicampur perangsang itu?? Darren menjauhkan wajahnya. Menatap Annabelle dengan napasnya yang berembus dari mulutnya tepat di depan mulut Annabelle. "Kau yakin dengan ini?" tanya Darren serak. Annabelle tahu jika seharusnya dia mendorong Darren dan pergi di hadapan pria itu. Namun rasa panas di sekujur tubuhnya membuat Annabelle tidak henti menggeliat dan tidak dapat berpikir jernih. Dengan wajah memerah dan mata berkaca, Annabelle menjilat cuping telinga Darren dan berbisik serak di sana. "Buka semuanya dan berhati-hatilah. Aku masih perawan." Ketika bertemu musuh, peperangan selalu datang. Dan percayalah, ketika bertemu musuh bebuyutan, malapetaka pun menghampiri.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido