Bahagia Sebelum Luka

Bahagia Sebelum Luka

  • WpView
    Reads 169
  • WpVote
    Votes 101
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 23, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Keluarga Ziana dulu sangat hangat. Yang di penuhi tawa, penuh pelukan, dan janji-janji kecil yang selalu ditepati. Tapi hidup nggak selamanya tentang pelukan hangat, nggak selamanya tentang janji yang ditepati dan senyum yang dibalas. Karena saat roda takdir berubah arah, Ziana jatuh... Dan yang menyakitkan, Ziana jatuh sendirian. Semua bermula dari kecelakaan itu. Mobil, hujan, dan jeritan yang masih terdengar sampai sekarang di telinga Ziana. Ziana kehilangan Mamanya. Dan sejak saat itu, ia juga kehilangan tempat pulang. Abang berubah, Papa juga berubah. Tatapannya dingin, ucapannya menyayat. Kata Abang, "kalau bukan karena kamu, Mama nggak akan pergi." Dan Ziana, hanya bisa terdiam. Karena mungkin... ia memang salah. Tapi perihnya, Ziana tetap berharap-walau sedikit, Zayan masih ingat... Ziana Adeknya Zayan, yang selalu Zayan jaga. "Aku nggak minta untuk di maafin, Abang. Tapi, aku cuma mau, aku dengar lagi Abang panggil aku 'adek' kayak dulu. Yang selalu membuat aku tenang."
All Rights Reserved
#853
kecelakaan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ℤ𝔸𝕐ℕ
  • Hai, Kak! (END)
  • 6 CAHAYA KEHIDUPAN
  • New Possessive Family
  • Semesta untuk sean
  • MENYAKITKAN (Freya)
  • Cinta Yang Hilang Diantara Kebencian
  • Eliinaa
  • Resital Sunyi (End)

Zayn, Seorang remaja, yang harus merasakan getirnya hidup seorang diri di sebuah rumah besar yang terasa kosong. Kedua orang tuanya harus pergi jauh untuk urusan pekerjaan yang tak bisa ditunda. Rumah itu besar, namun terasa sunyi. Kebebasan yang seharusnya menyenangkan, kini terasa hambar. Di tengah kesendiriannya, takdir mempertemukannya kembali dengan sahabat lamanya, Elinno. Sosok yang sudah ia anggap sebagai kakak kandungnya sendiri. Pertemuan itu membawa warna baru dalam hidup Zayn. Namun, tanpa ia sadari, kebebasan yang dulu ia nikmati perlahan mulai terkikis. Elinno, dengan segala perhatian dan kasih sayangnya, tanpa sengaja merenggut ruang geraknya. Suatu hari, masalah rumit datang tanpa permisi. Seorang asing tiba-tiba muncul, membawa serta teka-teki yang harus dipecahkan. Zayn, dengan segala kepolosannya, menarik orang asing itu ke dalam kehidupannya, mengangkatnya menjadi adik dan tangan kanannya. Bersama, mereka menghadapi kasus besar yang kompleks. Di tengah kekacauan itu, suara-suara berani muncul, membawa secercah harapan "Kami datang, untuk mengajakmu pergi dari kesunyian dunia-" -Yeol Zicoshie "Kami siap mengorbankan apapun agar kalian kembali bersama kami-" -Elinno Ryzach Namun, di sisi lain, suara-suara gelap juga terdengar, menghantui dan mengancam: "Kalian pembunuh-" -Zayn "Mereka, Psikopat!" -Gamaliel

More details
WpActionLinkContent Guidelines