DETAK DETIK.

DETAK DETIK.

  • WpView
    Reads 76
  • WpVote
    Votes 19
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadComplete Sun, Jul 27, 2025
"DETAK DETIK" adalah kisah tentang perjalanan hidup Lariska Ayusita Btari Kinansih, seorang wanita muda yang terjebak dalam kenangan masa lalunya yang kelam. Setiap detik yang dia jalani selalu berdetak, mengingatkan dia akan momen-momen yang pernah dia alami dengan rasa sakit dan ketakutan. Kinan tumbuh dengan bayang-bayang "kegelapan" yang menghantui hidupnya, dan suatu kejadian di masa lalunya membuatnya harus berhadapan dengan ketakutan itu secara langsung. Suatu hari, Kinan menerima sebuah surat misterius yang mengingatkannya akan kejadian yang telah lama terlupakan. Surat itu menariknya kembali ke masa lalu, membuat Kinan penasaran dan ingin mengetahui lebih banyak tentang rahasia yang selama ini disembunyikan. Dalam perjalanannya mencari jawaban, Kinan bertemu dengan orang-orang yang memiliki rahasia dan kebohongan tersembunyi. Apakah Kinan akan dapat menemukan kebenaran tentang masa lalunya? Atau apakah kenangan-kenangan itu akan terus menghantui dia selamanya? 🔍👀❗ ____________________________________ Sejujurnya, aku kurang tau bikin sinopsis novel itu bagaimana T~T Marhaban di cerita pertamaku💌💐✍️ Follow akun instagram : @khrnisa.hm @_khrunnisak Follow akun tiktok : @khrnisa.hm _:..。o○ ꭈׁׅɑׁׅ݊ꪀƙׁׅ ○o。..:_ # 𝐒𝐭𝐚𝐫𝐭 : 28 September 2023 𝐑𝐞𝐩𝐮𝐛𝐥𝐢𝐬𝐡 : 24 Agustus 2025 𝐄𝐧𝐝 : ...? ❗DILARANG PLAGIAT CERITA INI❗
All Rights Reserved
#40
old
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Villain's Mother
  • MANTAN [SELESAI✔]
  • Pacar Koplak [TERBIT]
  • First Time
  • PASUTRI GAJE ✅
  • suju dan snsd chat
  • Bintang Jatuh
  • Untuk Apa Menulis? [TAMAT]
  • SETETES EMBUN CINTA NIYALA ( ✔ )
  • HEART 2  || END

Ngintip doang nih? 😗 🔞 "Eungghh..." Zeva mengerang. Hal pertama yang ia rasakan adalah kepalanya yang serasa berat dan berdenyut. Saat ia mencoba menggerakkan badan, tulang-tulangnya terasa kaku dan pegal luar biasa. "Nyonya? Nyonya Thania sudah sadar?!" sebuah suara parau penuh haru terdengar di dekat telinganya. Zeva mengerjap-erjapkan matanya yang masih buram. Begitu pandangannya fokus, ia tidak melihat langit-langit putih rumah sakit atau wajah panik orang tuanya. Alih-alih, ia menatap langit-langit kamar mewah dengan desain interior klasik yang sangat asing. "Aduh, kepala gue..." Zeva memegang keningnya, lalu menoleh ke samping. Ia terlonjak kaget melihat seorang wanita paruh baya berpakaian pelayan sedang menangis sesenggukan sambil memegang tangannya. "Akhirnya Nyonya bangun. Bibi takut sekali Nyonya kenapa-kenapa." Zeva mengernyitkan dahi. "Nyonya? Bibi?" Ia bangkit duduk dengan perlahan meski kepalanya masih berputar. Ia memandangi tangannya yang tampak lebih dewasa, lalu mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru kamar yang luasnya tidak masuk akal itu. "S-siapa ya? Terus... ini di mana? Kok gue bisa di sini?" tanya Zeva dengan nada bingung sekaligus waspada. Wanita yang menyebut dirinya Bi Minah itu langsung terdiam, matanya membelalak kaget. "Nyonya... Nyonya tidak ingat saya? Ini rumah Nyonya sendiri, rumah Tuan Devan." Zeva tertegun. Nama-nama itu terasa tidak asing. Otaknya mencoba memproses informasi tersebut sampai akhirnya ia teringat buku novel yang ia lempar ke sofa tadi malam. "Bentar... jangan bilang gue masuk ke novel sampah itu?" gumam Zeva dengan wajah pucat pasi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines