Titik, Koma, Aku

Titik, Koma, Aku

  • WpView
    Reads 369
  • WpVote
    Votes 305
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 31, 2025
Nara Ayudhia, seorang mahasiswi, yang lebih nyaman berkawan dengan puisi daripada keramaian. Hidupnya tenang, penuh jeda, dan seringkali dipenuhi titik-titik sepi. Ia tak pandai berbicara, tapi dalam diamnya, ia menyulam kata--tentang cinta yang belum selesai, tentang luka yang masih menganga, dan tentang dirinya yang belum utuh. Lalu datang seseorang--tak pernah terlalu dekat, tapi juga tak pernah benar-benar jauh. Ia hadir seperti koma: menghentikan sejenak, memberi ruang untuk berpikir, namun tidak pernah menjadi titik. Melalui catatan-catatan kecil dan puisi yang tak pernah dibacakan, Nara menuliskan rasa yang bahkan tak bisa ia kenali sepenuhnya. Ini bukan kisah cinta yang lantang. Ini kisah tentang menunggu, tentang menahan, dan tentang bagaimana sebuah koma bisa lebih berarti dari sebuah akhir. ---
All Rights Reserved
#262
introvert
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • CERPEN (END)
  • ANKITA ANAHATA
  • DALAM DIAM ADA RASA
  • Adakah cinta untuk Alana? [END]
  • KOMAR.
  • DIARY DAN DARA (√)
  • The Last Birthday With You
  • Damira (END)
  • Never Go

Pernah gak sih kamu suka sama seseorang tapi hanya sebatas rasa dan gak pernah bisa mengungkapkannya, mungkin ajah kamu takut tapi sebenarnya juga malu jika harus berhadapan langsung sama orang yang kamu sukai jadinya kamu cuma berusaha buat nutupin perasaan kamu dan sekedar diam dan canggung atau awkward jika berhadapan sama orang yang kamu sukai alhasil kamu jadi terlihat seperti orang absurd dan aneh diharapkannya. Aku adalah puisi bersyair harapan, bersajak rindu, serta berbaiat kenangan dan masa lalu, mencoba melupa namun tak kuasa, hanya dapat menggenggam kenangan dan masa lalu dalam harapan rindu yang ingin ku ubah menjadi kenyataan. Namun aku sadar masa lalu tetaplah sebuah masa lalu, tak perlulah berharap banyak padanya jikapun nantinya dia kembali datang kisahnya jelas sudah tak sama. Lantas kenapa hati ini tak ingin berhenti berharap, padahal ia sendiri tahu bahwa masa lalu telah meninggalkannya. Dan yang meninggalkan semestinya tak untuk dikejar bukan?. Bukan kisah Romeo dan Juliet yang kisahnya apik tertulis dan juga di filmkan, bukan pula tentang Rama dan Shinta yang termasyhur. Bukan orang kaya, cuma orang biasa, bukan penulis tapi hanya seseorang yang ingin meluapkan setiap perasaan lewat bait kata-kata dan juga goresan tinta yang tertulis bersama hati dan juga perasaan. ***

More details
WpActionLinkContent Guidelines