The Plans We Forget || Ju Jihoon

The Plans We Forget || Ju Jihoon

  • WpView
    Reads 584
  • WpVote
    Votes 67
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 17, 2025
"The body may be gone, but the hatred stays." Resa kehilangan Jean saat umur 18 tahun. Resa Daina patah hati berat, karena dipikiran bocah sepertinya, kesalahpahamannya dengan Jean Arkio masih bisa diluruskan dengan baik. Tapi, lelaki itu menghilang begitu saja. Tanpa aba-aba. Membuat Resa menyimpan dendam dan amarah karena ia tak pernah diberi kesempatan untuk bicara. Namun, hari itu, tepat di umur Resa yang menginjak 39 tahun, laki-laki itu muncul. Tersenyum menyebalkan seperti biasa. Tapi, ada yang berbeda. Laki-laki itu membawa seseorang. Bocah perempuan yang lucu. Sepertinya umurnya sekitar 4 tahun. "Namanya Rea, anak gue." Oh, dia sudah menikah? Kapan? Anaknya berlari gemas ke arah Resa, memeluk kakinya. "Mama!" Loh, kok gue? jihoondaero (2025)
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Little Girl : Love Story Begins [END]
  • Five Disaster [S2]• T5 [END]
  • MAGENTA ✓
  • SHIELD
  • I PROMISE x Park Jihoon ✔
  • My Husband Unique Traits
  • About That Night
  • Where My Heart Remains (내 마음이 머무는 곳에)
  • Destroy Me

Younghoon terdiam, pelan-pelan mengelap tangannya yang lecet-lecet setelah ribut dengan anak sekolah lain ke celana bahannya sendiri. Matanya lagi-lagi mengerjap, mencoba memastikan keadaan perempuan kecil yang tengah terduduk bersandar di bawah pohon. Perempuan kecil itu tampak ketakutan melihat Younghoon. Jelas aja! Younghoon benar-benar berantakan sekarang. "Orang tua lo kemana?" tanya Younghoon, dengan pipi lebamnya yang menambah aura menakutkan dimata perempuan kecil bergaun putih ini. Hening. Terus hening sampai akhirnya perempuan kecil itu menangis sesenggukan. Younghoon sekarang bingung harus apa dan langsung menggendongnya, membawanya masuk ke dalam mobil miliknya dengan kaca belakang yang pecah karena ulah anak-anak sialan itu. Sampai di dalam mobil, anak kecil itu masih menangis. Sementara Younghoon sibuk mencari tisu basah yang memang jarang terlihat di mobilnya. "Udah, jangan nangis. Lo sama gue sekarang, artinya gue bakal habisin siapa aja yang ganggu lo. Enak kan jadi anak gue?" Sialnya, gadis kecil itu semakin menangis dengan keras. Younghoon sendiri heran kenapa dia masih sabar menghadapinya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines