Mereka bertiga,Ruka,Alina,dan Dinaya.Tiga jiwa yang menyatu sejak pertama kali takdir mempertemukan mereka di bawah langit sekolah yang sama. Tawa mereka mudah ditemui di sudut kantin, pelukan mereka hangat saat dunia terasa kejam, dan rahasia mereka tertanam dalam-dalam, seolah tak akan pernah menjadi duri.
Namun waktu terus berjalan, dan manusia tumbuh bersama keinginan masing-masing.
Yang dulu saling mendengar, kini saling bersuara untuk didengar. Yang dulu saling merangkul luka, kini saling menusuk dengan diam. Tanpa sadar, ego tumbuh di sela-sela kedekatan-perlahan, tapi pasti. Rasa tak dihargai, keinginan untuk dimengerti, dan ambisi yang tak sejalan... membuat tali persahabatan itu mulai menegang.
Apakah perpecahan ini hanya badai sementara, atau memang mereka sudah tak lagi berjalan di arah yang sama?