Story cover for An Exception by Quillsyne
An Exception
  • WpView
    Reads 114
  • WpVote
    Votes 19
  • WpPart
    Parts 14
  • WpView
    Reads 114
  • WpVote
    Votes 19
  • WpPart
    Parts 14
Ongoing, First published May 11
"Kai, Lula boleh minta sesuatu?"

Di bawah terpaan rembulan, kedua bola mata cantik milik seorang gadis berbinar tulus. Siapa yang dapat lebih jatuh cinta padanya selain Kaivandra? Tatapan mereka akan selalu bertemu dalam harapan dan keyakinan. 

"Selagi aku bisa, pasti aku kasih untuk kamu, La. Apa itu?"

"Jangan pergi, ya. Alula sayang banget sama Kai. Boleh?"

Lelaki manis dengan aroma selembut malam itu tersenyum teduh, yang lagi-lagi membuat Alula jatuh cinta tanpa henti. "Aku emang dikelilingi orang-orang yang suka pergi menghilang, La. Aku juga lakuin hal yang sama sekarang, berani pergi dari bayang-bayang mereka. But you're an exception, Alula. If you leave, I will stay here. I will not dare to leave."
All Rights Reserved
Sign up to add An Exception to your library and receive updates
or
#387promise
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
Is LOVE cover
Elegi Rasa : Pergi cover
AKSARA (PRE-ORDER) cover
Rama Prananta (Sudah Terbit) cover
LOVE STORY QIANARRA cover
You're My Sunshine cover
FIKSY [ Selesai ] cover
Penantian cover
Essentialy Love (SELESAI) cover
Hidden Feelings cover

Is LOVE

7 parts Complete

Apa itu cinta? Apa dia berwujud? Atau tidak? Kenapa jika mencintai seseorang harus jantung yang merasakan debarannya. Tetapi... jika terluka bukan hanya jantung yang tersakiti, namun hatipun ikut juga merasakannya. *** Debaran jantungku terasa begitu kencang saat seorang siswa laki-laki dengan aura ketampanan yang mampu membuat para siswi diSMA-nya berteriak mengaguminya. Dia jatuh hati terhadap siswa laki-laki itu. Dia selalu berada dibelakang laki-laki itu seperti penonton yang membawa poster besar sambil berteriak mendukung kesuksesan dalam pertandingan itu. Aku ingin menghampiri dia. Tetapi... aku takut kalau dia bukan malah menerimaku tapi malah menghujaniku dengan semua hinaan pedas yang keluar dari mulutnya. Ya, memang aku tau posisiku di sini. Gadis berkaca mata dengan bermodal baju kebesaran yang ditemani rok SMA-nya yang ikut juga kebesaran. Culun, cupu, kuper, dan sangat dekil. Bagaimana tidak dekil. Rambut yang seperti jarang ditata alias semrawut kalo orang jawa bilang dan juga, sepatu yang usang. Sungguh pas jika ia pantas diasingkan oleh siswi-siswi lainnya. Hufttt.... Helaan nafasku dengan mulai memundurkan gerak kakiku ke belakang untuk segera pergi dari hadapan keramaian siswi-siswi lainnya yang mengagung-agungkan laki-laki yang membuatnya jatuh hati. 'Menyukainya dan dibalas rasaku memang tak pantas untuk kugapai. Mungkin dengan mengaguminya dari belakang sudah cukup pantas bagiku.' -IS LOVE