Kita Dan Takdir

Kita Dan Takdir

  • WpView
    Reads 118
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 13, 2025
Cerita ini bercerita tentang hubungan segitiga yang mengikat tiga orang. Mereka tidak tahu takdir apa yang akan menyelimuti segala hal yang sudah terjadi dan di angankan oleh masing-masing dari mereka bertiga. Takdir yang tidak bisa di ubah adalah kematian, jodoh, rezeki, dan lain sebagainya. Apakah salah satu diantara Kafka dan Arlen merupakan jodoh dari wanita yang mereka idamkan? Keysha. Entahlah, takdir memang tak pernah di duga dan tidak tercatat di kalender. Namun, ancang ancang harus disiapkan untuk menghadapi takdir yang akan kita lewati. Kehidupan masing masing orang berbeda, maka takdir mereka juga bisa saja berbeda. Terimakasih kepada teman-teman yang bersedia membaca cerita ciptaan saya, dan terimakasih telah mendukung saya mempublish cerita pertama saya yang saya buat dengan serius dan penuh harapan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • FEARLESS || JAYISA
  • Aamiin Setelahnya
  • Menyerah [TALAK AKU, MAS!] (18+) (Completed)
  • Silahkan, Dengannya!
  • Aku Untukmu
  • Jodoh Gue!!! [END]
  • Jika Takdir Telah Ditentukan
  • Dua Hati di Antara Kata

Hidup itu pilihan. Tapi ada karena suatu kesalahan bukanlah suatu keinginan. Toh yang namanya manusia pasti pernah khilaf pada masanya. Siapalah yang bisa mengira seperti apa Tuhan menorehkan takdir seseorang. Sera, gadis cantik yang terlahir mandiri sejak kecil itu ditakdirkan bertemu dengan Kafka, laki-laki yang selalu ingin terlibat dalam setiap proses dan langkah kecilnya. Membuat Sera mau tidak mau menerima eksistensinya. Bersamaan dengan itu banyak hal baru yang Sera temukan, termasuk menekan rasa takutnya untuk memperjuangkan Kafka, agar selalu menjadi miliknya. Pun dengan Kafka yang juga melakukan hal yang sama. "Ka, aku nggak pantes ya berdiri di samping kamu?" "Kata siapa? Ra, hidup itu simpel, Tuhan kasih banyak opsi buat dijadikan pilihan. Kalau nggak bisa berdiri di samping aku, kamu bisa duduk di pangkuan aku. Jangan takut, Ra. Mereka cuma iri. Kita bisa berjuang sama-sama." "But i'm a mess." Kafka tersenyum, "Kalau gitu kita tata lagi perlahan, sampai kembali seperti semula. Nggak ada yang perlu dikhawatirkan, selagi bersama, semuanya bakal berjalan sesuai rencana, Ra."

More details
WpActionLinkContent Guidelines