Di ulang tahunnya yang ke-17, Nina tak disambut pesta atau kejutan, hanya aroma adonan donat dan hujan Jakarta yang menetes di atap kamar kos sempitnya. Hidup bersama Ibu, tanpa kehadiran Ayah yang telah lama pergi, Nina menjalani hari-hari dengan kerja keras dan mimpi yang terus tertunda. Tapi dari jalanan becek, seragam sekolah bekas, dan perlombaan bisnis kecil-kecilan, ia mulai memahami satu hal penting: bahwa menjadi dewasa bukan soal umur, melainkan tentang keberanian melangkah-meski dalam sepi, meski dalam luka.
All Rights Reserved