SHADOW OF GUNS

SHADOW OF GUNS

  • WpView
    Reads 43
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Sep 26, 2025
"𝗭𝗲𝗿𝗼, 𝗳𝗶𝗻𝗶𝘀𝗵 𝘂𝗿 𝗺𝗶𝘀𝘀𝗶𝗼𝗻.. 𝗼𝗿 𝘆𝗼𝘂𝗿𝘀𝗲𝗹𝗳. 𝗜'𝗺 𝗵𝗲𝗿𝗲 𝗻𝗼𝘁 𝘁𝗼 𝗰𝗼𝗹𝗹𝗲𝗰𝘁 𝘁𝗿𝗮𝘀𝗵." Sejak lahir, hidupnya hanya untuk satu hal yaitu 𝙢𝙚𝙢𝙗𝙪𝙣𝙪𝙝.Tak ada ruang untuk pertanyaan atau penyesalan. Setiap langkah, setiap napas, dipenuhi perintah yang menuntutnya menjadi mesin pembunuh tanpa rasa. Namun, ketika misinya berakhir tragis dan tubuhnya terkapar sekarat, sebuah nasib yang tak terduga datang. Alih-alih dibunuh, musuh yang seharusnya menjadi targetnya malah merawatnya. Di balik tembok markas musuh yang dingin dan asing, dilema terberat dalam hidupnya muncul. 𝗟𝗼𝘆𝗮𝗹 𝗽𝗮𝗱𝗮 𝗽𝗶𝗵𝗮𝗸 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗺𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻𝗴𝗴𝗮𝗽𝗻𝘆𝗮 𝘀𝗲𝗯𝗮𝗴𝗮𝗶 𝗮𝗹𝗮𝘁, atau 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙠𝙝𝙞𝙖𝙣𝙖𝙩𝙞 𝙨𝙚𝙜𝙖𝙡𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙙𝙖𝙣 𝙢𝙚𝙣𝙘𝙖𝙧𝙞 𝙠𝙚𝙝𝙞𝙙𝙪𝙥𝙖𝙣 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙩𝙖𝙠 𝙥𝙚𝙧𝙣𝙖𝙝 𝙙𝙞𝙖 𝙞𝙢𝙥𝙞𝙠𝙖𝙣?.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALZEA : FEATURED SOULS
  • Rainbow
  • PENGALAMAN KU, KISAH DIA
  • The Dark Side(END)
  • Baneblood Brotherhood (hiat)
  • ZAGA II: Fractured Obsession (HIATUS)
  • The Price Of Obsession

Algesa liar, berantakan, dan terlalu akrab dengan kehancuran. Zea cantik, tapi matanya menyimpan luka yang tak bisa dijelaskan. Orang-orang berkata hidup adalah soal pilihan. Tapi bagi Algesa Axeliano Ravanaugh, hidup hanyalah sisa napas dari keputusan orang lain. Ia tidak pernah meminta untuk dilahirkan, apalagi tumbuh besar di rumah yang dipenuhi darah, teriakan, dan kebohongan. Setiap langkah yang ia ambil adalah pelanggaran. Bocah pemberontak yang menantang dunia karena dunia lebih dulu menghancurkannya. Ia melawan. Melawan dunia yang telah merenggut Bundanya. Melawan ayah yang seharusnya sudah terkubur sejak lama. Malam itu, di jembatan tua yang dingin menusuk tulang, Algesa tidak mencari apa pun. Ia hanya ingin diam. Tapi justru di sana, dalam gelap yang lengang, ia menemukan sesuatu yang tak terduga, sepasang mata yang tak asing. Bukan karena ia mengenalnya. Tapi karena luka yang tersembunyi di balik sorotnya terasa terlalu akrab. Zea. Ia bukan gadis baru. Bukan pula gadis baik-baik. Tapi ada sesuatu dalam caranya berdiri, dalam diamnya yang membatu, yang membuat Algesa terus melangkah. Bukan karena ia cantik. Tapi karena ia rusak. Sama seperti dirinya. "Kenapa... lo nolongin gue?" tanyanya lirih, tubuhnya gemetar tak hanya karena dingin, tapi juga karena luka yang terlalu lama disimpan. Algesa menatapnya lama, diam tanpa ekspresi. Petir menyambar di kejauhan, memperjelas gurat tajam di wajahnya yang basah. Tapi kemudian sudut bibirnya terangkat, membentuk seringai kecil, dingin, ambigu, tapi entah mengapa terasa jujur. "Mungkin karena gue suka ngerusak hal-hal yang hampir rusak." ALZEA : 05. April. 2025 By : Rossa Ig : @rossaroxie @_chaterinee

More details
WpActionLinkContent Guidelines