We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Fātimah's Journal

Fātimah's Journal

  • WpView
    Reads 29
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 17, 2025
WpInfo
Non-Fiction
|Sophie Amundsen diajari filsafat Barat untuk memahami dunia. Aku diajari sujud untuk memahami Yang Menciptakan dunia.| ✍️ Ini adalah catatan seorang muslimah muda yang masuk ke dalam labirin Dunia Sophie-dan keluar dengan membawa Al-Quran di satu tangan, serta keraguan yang terjawab di tangan lainnya. Sebuah kisah pencarian, pergulatan, dan perlawanan terhadap narasi filsafat tanpa Tuhan. Yang tidak akan kamu temukan di sini: ✘ Kritik kering ala akademisi ✘ Debat kusir soal "Tuhan mati" ✘ Jawaban instan penuh retorika Tapi kamu akan menemukan: ✔ Surat untuk Jostein Gaarder: "Mengapa keajaibanmu berhenti di langit malam, tapi tak pernah menyentuh Arsy?" ✔ Tuhan yang Hilang dalam Buku Sophie: Kritik eksistensial terhadap kerangka berpikir sekular. ✔ Ketika Socrates Bertemu Nabi Musa: Perbandingan tajam antara akal Yunani dan cahaya kenabian. ✔ Revisi Total 5 Pelajaran Dunia Sophie:   1. Aku berpikir, maka aku ada → Aku bersujud, maka aku tahu makna ada.   2. Tuhan mati? → Tidak. Manusia hanya kehilangan cahaya.   3. Dunia absurd? → Tapi tiap daun jatuh membawa pesan dari-Nya. ///> "Sophie akhirnya tahu dirinya cuma karakter fiksi. Tapi aku tahu diriku ciptaan Allah yang nyata. Dan itu mengubah segalanya." <\\\ Untuk siapa jurnal ini? Kamu yang pernah membaca Dunia Sophie dan merasa ada yang kosong. Kamu yang letih berpikir tapi belum tahu caranya tenang dalam sujud. Kamu yang percaya: "Berpikir itu ibadah-jika kau tahu kapan harus berhenti, dan bersujud." "Aku tidak menulis jurnal ini untuk menyombongkan pengetahuan- Aku menulis karena mungkin, di suatu tempat, Ada seseorang yang seperti aku dulu: Terlalu banyak logika di kepala, Terlalu sedikit cahaya di dada."
All Rights Reserved
#892
islamic
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • NOESIS [END]
  • The Love Story" Kurus & Mancung"
  • F5
  • Cinta Dalam Doa
  • Di Bawah Langit Subuh (Seson 1||SELESAI)
  • Satuan Takdir
  • Psikopat Digital? [End]
  • Romansa Mayor [ TERBIT ]
  • Evanescent

Setiap pagi dimulai dengan nada yang sama. Nada yang tidak asing, tapi juga tak pernah benar-benar diingat. Seperti dengung lembut yang tumbuh dari dinding, atau bisikan yang terlalu sopan untuk membangunkan siapa pun. Anak-anak terbangun perlahan. Mereka tahu kapan harus duduk, kapan harus tersenyum, dan kapan harus mengatakan "terima kasih" pada sesuatu yang tidak pernah mereka lihat. Langit tak pernah berubah. Lantai tak pernah berdebu. Hari-hari disusun rapi seperti barisan seprai yang terlipat. Tidak ada yang jatuh. Tidak ada yang hilang. Kecuali... sesuatu yang tidak pernah disebut. Di antara semua yang seragam, ada satu yang tidak persis cocok. Seorang anak perempuan yang terlalu tenang, terlalu sering diam di tengah keramaian, dan matanya-selalu mencari sesuatu yang tidak terlihat orang lain. Serene. Ia menulis hal-hal kecil di balik kertas tugas. Hal-hal yang tidak pernah diajarkan, dan tidak boleh ditanyakan. Ia mencatat kapan musik terasa sedikit lebih sendu, kapan suara langkah di lorong tidak cocok dengan jumlah kaki. Orang bilang Serene hanya anak yang suka berpikir. Anak yang tidak pernah nakal, tidak pernah melawan. Tapi mereka tidak tahu... diam itu kadang bukan berarti lupa, melainkan mengingat terlalu banyak. Dan pagi-pagi di tempat ini, yang seharusnya hangat dan tenang, perlahan mulai terdengar berbeda- bukan karena ada suara baru, tapi karena seseorang mulai benar-benar mendengarkan. [Update setiap Malam] 《DISCLAIMER》 [DON'T COPY PASTE MY STORY!!] *Aku butuh sebuah 🌟 agar mereka yang tak terlihat tidak mendekat * Start = 14 mei 2025 Finish =

More details
WpActionLinkContent Guidelines