We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Beyond The Castle Shadows

Beyond The Castle Shadows

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 12, 2025
WpInfo
Fiction
Fantasy
--- malam yang gelap dan sunyi. bulan bersembunyi di balik awan tebal, seperti tak ingin menyaksikan kejahatan yang terjadi di bawahnya. aku, Carlie, berdiri di jendela kamar istanaku, menatap ke arah luar dengan perasaan campur aduk. kerajaan yang pernah aku anggap sebagai rumah, kini terasa seperti penjara. ayahku, Raja Flavien, yang dulu bijaksana dan adil, kini telah berubah. kekuasaan telah memacu ambisinya, membuatnya kehilangan akal sehat. ia memerintah dengan tangan besi, menindas rakyatnya dan memaksakan kehendaknya tanpa belas kasihan. aku ingat malam itu, ketika ia memerintahkan pasukannya untuk menyerang desa kecil di pinggiran kerajaan, hanya karena mereka menolak membayar upeti yang terlalu tinggi. aku ingat teriakan mereka, ingat tangisan anak anak yang kehilangan orang tuanya.. tiba tiba, suara langkah kaki berat terdengar dari luar kamar. aku tau, itu adalah penjaga yang dikirim ayahku untuk mengawasiku. aku harus pergi, sebelum terlambat. ---
All Rights Reserved
#261
castle
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Exiled Queen (TAMAT) √
  • Full Of Scratches
  • The Villainess Princess
  • Darah di Tahta Sunyi
  • Exchange Souls With Villains
  • SHADOWS IN A VESSEL
  • The  Replacement Lady (End)
  • ASRAR [TERBIT]
  • Diantara Luka dan Pulih

First historical-fantasy Romance by Me! *** "Kenapa kau tampak begitu tenang, heh?" desisnya tepat di wajah Sang Ratu. "Kau bahkan memberikan obat subur untuk kami. Apa kau tidak takut posisimu akan tergulir jika aku memiliki anak dari selir lain?" napas Ghaozen bahkan terasa begitu tergesa di wajah cantik dan lembut milik Yueyin. Yueyin justru tersenyum tulus, "Saya yakin, tak lama lagi tempat saya akan berganti. Lalu, apa yang harus saya takutkan?" Ya benar, apa yang harus ditakutkannya? Karena sejak kecil Yueyin di didik tidak untuk menjadi orang yang serakah. Tidak untuk menjadi orang yang naif dan munafik. Ia bahkan sebisa mungkin hidup jauh dari jangkauan istana, namun sialnya pekerjaan sang ayah membuatnya terjebak dengan Raja saat ini. Raja yang dikenal berhati iblis! Istana adalah tempat yang mengerikan! Jauhi sebisa mungkin, Yueyin. Itu adalah pesan terakhir sang ibu padanya sebelum ibunya bunuh diri akibat perceraian dan fitnah kejam dari istana oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab. "Kau lancang, Ratu!" Ghaozen semakin mendekatkan wajahnya dengan wajah Yueyin. Menatap bibir merah muda Yueyin yang tampak menggoda begitu membangkitkan hasratnya sebagai lelaki jantan. Namun, ketika kedua bibir itu nyaris menyatu, Yueyin lebih dulu memalingkan wajahnya. Membuat Ghaozen tersenyum sinis dan berbisik pelan, "Rumor itu beredar salah. Bukan aku yang tidak pernah mengunjungimu, Yueyin. Tapi, kau yang selalu menolak kehadiranku!" gumamnya sebelum keluar dari kediaman Yueyin dengan langkah lebar.

More details
WpActionLinkContent Guidelines