Di Balik Langkahnya

Di Balik Langkahnya

  • WpView
    Reads 27
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 15, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
--- Setiap pagi pukul enam, dia datang dengan baju serba hitam, langkah yang konsisten, dan tatapan yang tak pernah tertuju padaku. Aku duduk di bangku yang sama. Menghafal iramanya. Merindukan punggungnya. Bukan karena cinta pada pandangan pertama. Tapi karena diam-diam, aku jatuh pada kebiasaannya. Dia: mahasiswa kesehatan masyarakat, semester akhir. Tengah bergulat dengan skripsi dan luka yang tak semua orang bisa lihat. Aku: perempuan berhijab, dari Kalimantan Timur, yang hanya ingin menyelesaikan magang dan mungkin, menemukan sesuatu yang tak pernah kucari.😊 Kisah ini bukan tentang siapa yang jatuh cinta duluan. Tapi tentang pagi-pagi yang pelan-pelan menyembuhkan. Tentang langkah-langkah kecil yang diam-diam mengubah arah hidup. "Di balik langkahnya, aku menemukan versi diriku yang belum pernah aku temui sebelumnya." ---
All Rights Reserved
#362
misterius
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta dan Takdir Rania [End]
  • Tentang Rasa
  • Love Triangle ( Cinta Segitiga) COMPLETE
  • who do i love ?
  • LDR (Logika Dalam Rasa)
  • Memeluk Kabut
  • JANJI YANG TAK SEMPAT DITEPATI
  • Pieces of Light

❝Keputusan berat yang harus aku ambil, demi menjagaku juga menjagamu adalah menjauhimu. Bukan karena benci, tapi karena aku mencintaimu. Semata agar kau dan aku tidak terjerumus dalam syahwat yang hina.❞ Begitulah kutipan tulisan yang aku tulis dan kutujukan untuk seseorang, cinta pertamaku. Assalamu'alaikum ... aku Rania Andinadya. Jika kamu bertanya kisah ini mengisahkan tentang apa ... ini tentang perjalananku dalam menemukan hingga harus belajar mengikhlaskan cinta pertamaku. Aku, begitu mencintai dia. Namun anehnya, aku sama sekali tidak pernah berani mengungkapkan perasaanku padanya. Sampai suatu masa, ketika cintaku mulai terbalaskan, hidayah-Nya perlahan-lahan mengetuk pintu hatiku. Aku pun menyadari, aku dan dia tidak seharusnya sering berinteraksi, demi menghindari syahwat yang hina. Meski telah berhijrah, cintaku kepadanya masih sama. Dalam diam, aku tetap mencintai dan mendo'akan kebaikan untuknya. Tapi, siapa sangka takdir malah berkata lain. Setelah menjauhinya sebab cinta, ia telah menemukan pujaan hatinya. Lantas aku berusaha mengikhlaskan, meskipun ikhlas adalah suatu hal yang teramat pelik. Dan satu pertanyaan terus mengusik pikiranku ... mampukah aku mengikhlaskannya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines