Masih Tentang Rasa

Masih Tentang Rasa

  • WpView
    Reads 49
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 8, 2025
Beberapa rasa tumbuh dari tatapan pertama. Sebagian beruntung masih bisa saling mengenal. Sebagian lainnya bahkan tak sempat untuk sekedar memulai. Masih Tentang Rasa adalah kumpulan cerita pendek yang menggambarkan perjalanan emosi manusia. Dari hangatnya harapan, getirnya penolakan, bahkan rindu yang tak sampai dan pertemuan yang hanya singgah sebentar. Memang tidak semua kisah berakhir dengan kenangan bahagia. Tapi juga dengan goresan luka. Tapi percayalah, setiap cerita akan membawa rasa berbeda. Mungkin kamu akan menemui sedikit dari dirimu di dalamnya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Geo&Gia [END]
  • Rasa&Rahasia (Masih Berlanjut)
  • [1] LUKA SEMESTA [END]
  • Namanya Intan (TAMAT)
  • 21- Qinthara's
  • Kumpulan Novelet Romansa (one shoot)
  • Gugusan Rasa (Buku Satu)
  • Until You love Me

Ada yang bilang masa SMA adalah masa yang indah dan tidak terlupakan. Masa di mana kita punya banyak cerita, salah satunya tentang kisah cinta. Ada yang suka sukaan dengan teman sekelas, ada yang terpikat dengan pesona kakak tingkat, naksir sama ketos atau anak basket dan masih banyak lagi. Namun sayangnya hal-hal tadi tak pernah dirasakan oleh Giorgia Rosalyn hingga di tahun terakir masa SMAnya. Memiliki paras cantik tentu membuatnya jadi incaran banyak laki-laki. Namun belum ada yang berhasil mencuri hatinya. Setidaknya sampai pada suatu waktu di mana ia dipertemukan secara tak sengaja dengan seorang Geovano Allen Manuel. Teman satu sekolahnya yang sering ia dengar namanya namun belum pernah ia lihat wajahnya. Laki-laki itulah yang berhasil memikat hatinya untuk pertama kali. ***** "Lo nggak papa?" Suara itu membuat Gia mendengus tak suka. Nggak papa katanya? Jelas-jelas baru saja bola basket mengenai kepalanya. Catat ya! Bola basket bukan bola plastik yang ada di wahana bermain anak-anak. "Nggak papa gigi lo rontok? Bisa-- masyaallah jodoh gue" Gia yang tadinya akan mengomeli pelaku yang membuat kepalanya kliyengan ini mengurungkan niatnya begitu melihat sosok laki-laki tampan tinggi putih hidung mancung berdiri di depannya. "Sorry" ucapnya singkat jelas dan membuat Gia terpikat. Mulut Gia terdiam namun tidak dengan dalam hatinya. "Nggak bisa nih! Harus gue sikat pokoknya.... Maaf Kim Mingyu aku mau yang nyata didepan mata dulu, bismillah nawaitu get you" batin Gia berseru. *** Cover by pinterest

More details
WpActionLinkContent Guidelines