Di Belakang Layar

Di Belakang Layar

  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 12, 2025
Buku berjudul "Di Belakang Layar" ini mengisahkan perjalanan ke-tiga mantan karyawan di sebuah perusahan yang bergerak di bidang kesehatan. Mereka mempunyai sebuah misi yang mulia yaitu mencari keadilan. Salah satu dari mereka menghabiskan seluruh waktunya hanya untuk menyuarakan ketidak adilan itu lewat tulisan, sebagian lagi mengerahkan seluruh tenaga nya untuk mendapatkan keadilan. Suara-suara mereka seringkali tidak terdengar dan hanya di nilai sebagai siulan kecil, tetapi dengan kegigihan serta tekad yang kuat, mereka yakin akan menuntaskan misi-misi mereka untuk menyadarkan para pemipmpin yang angkuh serta serakah. Akankah mereka mampu menghadapi rintangan demi rintangan selama di perjalanan ? Penulis akan mengajak anda untuk berpetualang berlayar Di Belakang Layar untuk mencari keadilan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Misi Pelengkap (Tiga)
  • Duduk Manis, Jabatan Datang (Terbit)
  • Di Antara Kenangan dan Waktu (On Going)
  • Time Loop
  • i'm Pick Me Girl
  • [1] I Love You
  • Behind Our Eyes
  • Tentang Zoya (HARQEEL)
  • sekolah: gerbang menuju masa depan

~ini lanjutan cerita ~MISI GABUNGAN sepulang sekolah Zahra mendapat panggilan yang mengharuskan dia menghadiri ekskul stem yang dia sebenarnya tidak mau pergi kesana. Tapi berbeda dengan Yusuf dan Rahman yang tidak banyak protes dan tetap mendatangi ruang ekskul stem. "Arggh, aku padahal udah bilang gak mau ikut loh" omel Zahra sepanjang jalan "Dah tu, kita coba je la, kalau tak seronok baru berhenti" ucap Rahman "Koleksi stem, jelas la tak seronok, ape la kau ni Rahman" ucap Yusuf "Mana sih ruangannya?" Marah Zahra karena sudah lelah berjalan "Haa tu, bilik stem" ucap Yusuf Mereka bertiga berjalan dan masuk kedalam ruangan tersebut, betapa terkejutnya mereka saat melihat ruangan yang ternyata adalah sebuah gudang. "Ooh, salah masuk kita ni" komentar Rahman Mereka berbalik keluar tapi terkejut saat melihat cikgu bidin didepan pintu. "HWAAA, cikgu bidin. Jangan ngagetin dong" marah Zahra "Korang dah sampai, ambil satu-satu, habistu letak Kat sini" ucap cikgu bidin Mereka bertiga menurut dan setelah meletakkan Stam ke buku tiba-tiba muncul pintu rahasia.

More details
WpActionLinkContent Guidelines