Terikat pernikahan

Terikat pernikahan

  • WpView
    Odsłon 167
  • WpVote
    Głosy 57
  • WpPart
    Części 4
WpMetadataReadW trakcie
WpMetadataNoticeOstatnia publikacja sob., maj 31, 2025
" tidak baik seorang wanita mengemis di depan seorang pria" ucap seorang pria bersorban hitam dengan wajah datarnya. Kahfi menarik lengan baju perempuan itu agar ia berdiri. " tutup aurat mu ukhti," Kahfi membuka sorban yang menutupi setengah wajahnya,lalu ia memasang kan sorban nya di kepala perempuan tadi. " saya yang akan tanggung jawab atas kehamilan mu," Spontan perempuan itu segera menggeleng dan menolak halus. " Tidak. saya tidak mau,yang seharusnya bertanggung jawab adalah orang yang sudah menghamili saya kak" " Dan saya tidak menerima penolakan mu. Saya tidak suka seorang perempuan mengemis di depan pria bejat" " mari tunjukan rumah mu"Titahnya terhadap perempuan yang masih muda darinya.
Wszelkie Prawa Zastrzeżone
#803
eventpensi
WpChevronRight
Dołącz do największej społeczności pisarskiejOtrzymuj spersonalizowane rekomendacje dzieł, zapisuj ulubione dzieła w bibliotece oraz komentuj i głosuj, aby rozwijać swoją społeczność.
Illustration

To może też polubisz

  • Bukan Istri Bayaran(End)
  • Lonceng Terakhir Janji yang Pudar [SEGERA TERBIT]
  • Writtin' My Way Out
  • Sorban pembawa jodoh  (On Going)
  • Warmindo
  • Dendam Dan Cinta

#Prolog Seorang wanita tengah duduk di single sofa seraya menyandarkan punggungnya di sandaran sofa. Ia memejamkan matanya kemudian menghembuskan nafasnya. Tak jauh dari itu,tampak seorang pria yang berjalan dengan langkah cepat namun terdengar tegas. Mendengar suara langkah kaki itu,lantas wanita itu membuka kedua matanya dan menoleh untuk melihat siapa yang berjalan. Setelah dia melihat pemilik langkah kaki tersebut,senyumannya pun merekah. Ia berdiri dan berjalan menghampiri pria itu. "Bagaimana?" Tanya wanita itu seraya terus mengikuti pria tersebut yang tetap saja berjalan. Pria tersebut duduk diikuti dengan wanita itu disebelahnya. Wanita itu terus saja menatap wajah pria tersebut yang menampakkan ekspresi kesal. "Ayahku belum menyetujuinya." Akhirnya pria tersebut membuka suara. Wanita itu mengeryit tatkala mendengar jawaban yang terlontar oleh pria disebelahnya ini. "Dia bilang,saudaraku belum memiliki pasangan ataupun calon. Kita berdua harus menunggunya hingga dia menikah. Dan aku tidak boleh mendahuluinya." "Lalu bagaimana ini? Kembaranmu itu bahkan belum memiliki calon. Bagaimana dia ingin menikah. Mau sampai kapan kita menunggunya? Sampai anak di kandunganku ini lahir dan semua orang akan tahu bahwa aku hamil diluar nikah karenamu? Keluargaku dan keluargamu akan malu jika hal ini sampai terjadi." Pria tersebut mengusap lengan kiri sang wanita bermaksud agar wanita yang ada disebelahnya tenang. "Itu tak akan terjadi,Sayang. Akan kupastikan jika nantinya adikku itu memiliki calon dan kita berdua bisa menikah." Pria tersebut tersenyum diikuti dengan sang wanita yang juga ikut tersenyum.

Więcej szczegółów
WpActionLinkWytyczne Treści