Bloodstained Blade, Velvet Touch

Bloodstained Blade, Velvet Touch

  • WpView
    GELESEN 15
  • WpVote
    Stimmen 0
  • WpPart
    Teile 8
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Di., Mai 13, 2025
Aku bukan siapa-siapa. Bukan penulis terkenal, bukan juga jenius yang dielu-elukan dunia literasi. Hanya seorang mahasiswa biasa yang menulis di sela-sela tugas kuliah yang menumpuk, sekadar untuk mengisi ruang kosong dalam hidup yang terasa datar. Malam itu, mataku perih menatap layar yang menampilkan naskah setengah jadi. Tubuhku lelah, tapi otakku terus memaksa. Aku ingin menyelesaikannya-setidaknya satu bab lagi. Namun tubuhku lebih dulu menyerah. Seketika semuanya gelap. "Mungkin cuma pingsan... sebentar saja," bisikku dalam hati sebelum kesadaran terputus. Andai saja benar begitu. Karena saat aku membuka mata, aku tidak berada di kamarku. Tidak di antara tumpukan buku atau mug kopi yang belum dicuci. Aku berada di hutan asing-berkabut, sunyi, dan terlalu nyata. Dan yang paling menyesakkan dada... aku sadar. Aku tidak sekadar pingsan. Aku mati. Entah bagaimana, aku bereinkarnasi ke dunia lain. Tapi bukan dunia acak. Ini... dunia dari ceritaku sendiri. Dunia fiksi yang aku ciptakan dengan kedua tanganku-tempat monster, iblis, dan kekacauan menjadi makanan sehari-hari. Sayangnya, takdir mempermainkanku. Aku bukan sang pahlawan. Bukan penjahat karismatik. Bukan siapa-siapa. Aku hanya karakter sampingan-tokoh figuran yang bahkan namanya tidak tertulis di ringkasan cerita. Ini bukan kisah tentang mengubah dunia atau takdir yang ditunggu-tunggu. Ini tentang bertahan hidup, dalam dunia kejam yang aku sendiri ciptakan. Satu-satunya harapanku? Male lead. Pusat dunia ini, sang penyelamat. Maaf, Heroine. Kalau ini harus menjadi pertarungan... maka aku akan memenangkannya. Aku akan merebut tempatmu.
Alle Rechte vorbehalten
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • All Main Characters Love Me
  • ALVIN (On Going)
  • Memorable
  • Mahligai Sunyi
  • Painful Reality
  • its me {LENGKAP}
  • Shadows of the Main Story
  • kiara's dream
  • Tyllie {END}
  • Who Am I?

"Ternyata mati itu seperti ini." Xena Rosalind memandangi dirinya sendiri dari sudut pandang orang ketiga. Gadis itu tergeletak di tanah seperti boneka yang cantik dan tenang, rambut hitamnya yang seperti bulu gagak berantakan. Kulitnya pucat, dan di dadanya tertancap pisau yang tajam. Bibirnya yang basah oleh darah terlihat merah menyala seperti sirene laut. Si pembunuh yang panik memandangi gadis tak bernyawa di depannya. Dengan tergesa-gesa, dia mendorong pintu dan kabur, bahkan tidak menyadari bahwa pisaunya tertinggal. Gadis itu menghela napas, menopang dagunya dengan tangan, matanya terkulai lesu, tidak bahagia. "Kematian yang tiba-tiba, sia-sia uang sewa penginapan." Sungguh memalukan dan tanpa keindahan sama sekali. [Xena Rosalind, kamu punya satu kesempatan untuk mengubah titik simpul.] Sistem, makhluk cerdas yang menyebut dirinya sendiri, berbicara datar. [Aku bisa menghidupkanmu kembali, mengikat hidupku dan hidupmu, memberimu satu kesempatan untuk memulai kembali." Xena mengalihkan pandangannya dari mayatnya sendiri, pupil hitamnya menunjukkan sedikit kebingungan. "Kenapa memilihku? Aku tidak bisa apa-apa." [Kamu cantik.] Sistem sangat serius. [Dan, setelah diperiksa, kamu memiliki hati yang sangat kuat.] "..." "Setelah terikat, apa yang harus kulakukan? Membantumu mencapai target?" [Program hidupku sudah rusak parah dan akan jatuh ke dalam tidur panjang dalam sebulan. Aku dan kamu akan berbagi hidup dan hak akses. Kamu bisa mendapatkan energi dari tiga ribu dunia untuk memperpanjang hidupmu sendiri.] [Setelah terikat, kita saling menguntungkan.] Mendengar bahwa dia bisa hidup, Xena tidak terlalu bersemangat. Dia mencoba meremas bola cahaya kecil di udara. "Kamu begitu yakin aku bisa membantumu mendapatkan energi untuk memperpanjang hidup?" Sistem terdiam sejenak, lalu mengeluarkan suara elektronik yang datar. [Aku hanya bisa percaya.] Setelah berpikir senak----

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien