Senandika Arunika

Senandika Arunika

  • WpView
    Reads 61
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Oct 31, 2025
Aku menulis untuk tenang. Dia melukis untuk melupakan. Kami bertemu di bawah langit kampus, saling tak sengaja, saling tak siap. Tapi dunia terlalu pelit memberi waktu. Ia hanya punya sepuluh kencan sebelum hidupnya tamat. Dan aku... harus belajar mencintai, kehilangan, lalu menyanyikan lagu yang tak sempat ia selesaikan
All Rights Reserved
#371
music
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dua Langit Berbeda
  • ATMA FATAMORGANA
  • GAREL ; POSESIF BROTHER
  • My Step Mom?
  • Stealing My Husband
  • Unexpectedly Yours
  • BOUND WITHOUT LOVE (END)
  • The Place You Left Me (Menuz) [END]
  • Gila!?, Gue Jadi Kucing?!
  • MOTHER

Dua anak kembar yang terpaksa terpisah sejak tangis mereka pertama kali terdengar di bumi-sang ibu membawa Saka, sang ayah membawa Kael. Satu tumbuh dalam kehangatan dan prestasi, dikelilingi senyum dan harapan. Satu lagi belajar bertahan di rumah yang keras, memeluk mimpi di dalam air, lalu kehilangannya oleh tangan yang seharusnya melindungi. Mereka hidup di dunia yang sama, bersekolah di tempat yang sama, bahkan memiliki wajah yang hampir serupa. Namun tidak pernah tahu bahwa darah yang mengalir di tubuh mereka berasal dari luka yang sama. Ini adalah kisah tentang keluarga yang retak, mimpi yang dipatahkan, dan dua saudara yang berjalan berdampingan tanpa pernah benar-benar bertemu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines