INVISIBLE WOUNDS

INVISIBLE WOUNDS

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Wed, May 14, 2025
12:34 14 mei 2019 malam ini, aku kembali mengingat semua perasaan dan luka luka yang dulu aku telah rasakan, sakit, hancur, kecewa, trauma yamg telah kurasakan di kejamnya hari-hari ku, yang awalnya perlahan ku lupakan kembali ter buka di benakku, semuanya rasa hancur ku terbuka, aku sampai sekarang masih meminta keajaiban dari allah, aku masih meminta keadilan untuk hidupku yang kelam, aku selalu memendam semuanya. sendirian. aku tidak pernah mau mengungkapkan perasaanku atau menceritakan semuanya ke seseorang, aku hanya bercerita pada diriku sendiri, dan berharap selanjutnya aku dapat menjadi gadis cantik yang aku impikan, gadis hebat yang aku harapkan, semua tangis, jeritan yang tak dapat orang-orang dengar, hanya ku pendam dalam buku catatan. kelak anak anakku akan tahu atau tidak sakitnya masalaluku..aku tidak tahu. aku hanya akan berusaha dan berusaha menjadi pribadi yang baik, menjadi ibu yang baik nantinya untuk anak anakku. aku pernah di hadang ombak besar yang membuat aku takut untuk memulai, takut untuk mencoba, segala hal ku ringkaskan, ku ungkapkan lewat pesan, dan kata kata yang aku ukir. harap mereka akan mengerti selelah apa aku di usiaku, aku sering mendengar anak se usiaku menganggap aku alay dan lemah karena ini masih belum seberapa, dari situ aku sadar ini seperti potongan dari lagu "ini belum sepenuhnya, biasa saja kamu tak apa." INSPIRASI SAMPUL: PINTEREST
Creative Commons (CC) Attribution
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Breathe
  • ALVIN (On Going)
  • TIAP-TIAP PUNYA MASING MASING
  • EGLANTINE ㅡ'Na Jaemin'
  • Full Of Scratches
  • MIMPI KECIL SANG SULUNG ft. Halilintar
  • Caca
Breathe

[Trigger warning! Efek yang kalian rasakan setelah membaca cerita ini di luar tanggung jawab dan kuasa penulis.] We all here have our own struggles. Hal tersebut adalah sesuatu yang pasti dalam hidup, yang tidak dapat ditentang lagi. Itu pula yang dirasakan oleh Rome. Ia sama seperti kalian. Ia pun memiliki masalahnya sendiri. Memiliki "luka"-nya sendiri. Tak terhitung berapa banyak goresan yang pernah ditorehkan dunia padanya hingga detik kau membaca kalimat ini. Sampai pada akhirnya, ia tidak dapat merasakan luka itu lagi. Kau tahu? Tingkatan sakit yang paling sakit adalah ketika kau sudah tidak dapat merasakan apa-apa lagi. Dan itulah yang dirasakan oleh Rome. Semuanya terasa kebas. Semuanya terasa begitu biasa. Semuanya terasa bagaikan bagian dari hidupnya yang mustahil untuk dihilangkan. Namun tetap saja, luka itu tidak akan pernah hilang dan akan selalu terasa sakit ketika dunia lagi-lagi menggoresnya. Bukan soal fisik, namun soal jiwanya. "Sometimes you gotta bleed to know that you're alive and have a soul." -Twenty One Pilots-

More details
WpActionLinkContent Guidelines