Ruang yang Tak Pernah Jadi Rumah

Ruang yang Tak Pernah Jadi Rumah

  • WpView
    Reads 5,870
  • WpVote
    Votes 307
  • WpPart
    Parts 38
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 7, 2025
"Kematian Ayahku mengubah semuanya, tapi bukan karena kepergiannya-melainkan karena mereka menyalahkanku." Arua, anak bungsu di sebuah keluarga yang kini tinggal berlima. Empat kakak laki-laki dan satu ibu yang tak pernah memeluknya lagi sejak hari itu. Semua berubah, termasuk cara mereka memandangnya. Setiap pagi adalah hukuman, setiap malam adalah pengulangan rasa bersalah. Tapi di luar rumah itu, ada empat orang yang perlahan menariknya keluar dari lubang gelap: Keira, Naya, Elan, dan Harvy. Ini bukan kisah tentang kebahagiaan yang mudah. Ini kisah tentang bertahan saat tak ada satu pun yang membelamu. Karena kadang, luka terdalam datang dari rumah sendiri.
All Rights Reserved
#29
noellondok
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kesedihan [SELESAI]
  • Jika esok Tak Pernah Ada
  • Marhen Harsen vs daddy
  • A MEMORY BETWEEN US | HARQEEL [ON GOING]
  • NESTAPA [On Going]
  • A Life That Turns

JANGAN LUPA FOLLOW!! Anak akan tumbuh sesuai dengan lingkungan yang mendidiknya dengan cara apa. Trauma itu benar-benar nyata. Terbawa hingga mereka dewasa. Kisah ini menceritakan sebuah trauma yang membuat cinta Zeora menjadi rumit. Kepercayaan berulang kali dihancurkan. Sampai pada waktu, ia menutup kepercayaan pada semua orang, ia malah menyakiti sosok yang tulus. "Kasih aku ruang sedikit aja di hati kamu. Mungkin terdengar nggak layak. Tapi, aku bakal berusaha buat ngelawan kelainan ku yang kamu bilang gila," ucap cowok itu tulus. Zeora menyunggingkan senyum meremehkan. "Sampai lo mati di depan mata gue atau bersimbah darah karena gue, nggak akan ada sedikit pun ruang yang kebuka buat nerima lo. Dengerin gue. Kita nggak akan bersatu," balas Zeora tajam. Ia tak tau ucapannya inilah yang berakhir penyesalan. Suatu hari kejadian tak terduga menimpa Zeora dan laki-laki itu. Di sana Zeora tau, siapa orang tulus yang telah ia sia-siakan. Apakah penyesalan Zeora itu membuat gadis itu kembali mendapat cinta tulus dari laki-laki itu? Atau malah luka yang terus membuatnya gila?

More details
WpActionLinkContent Guidelines