Hati Anika

Hati Anika

  • WpView
    Reads 42,696
  • WpVote
    Votes 503
  • WpPart
    Parts 23
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 9, 2025
🔞 cerita dewasa 21+ 🔞 Anika prameswari gadis berusia 27th yg cantik,modis,supel dan workaholic sudah lama menaruh hati kepada anak dari sahabat mamanya Abian dinata lelaki 31th yg juga gila kerja untuk menutupi kegalauan di hatinya. Apa jadinya klo ternyata semesta merestui mereka untuk bersatu,apakah cinta anika akan berjalan mulus?
All Rights Reserved
#272
melahirkan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • We Are Destiny (NEW)
  • Om, Ayo Nikah!
  • Bersama Mantan [TIDAK LENGKAP]
  • Your Brother [#1 The Story] {Bianca Alif} (Complide)
  • MOMENTS
  • Akibat Kesalahan Semalam
  • The Sweet Coincidence✓
  • Bucin 2 (Sudah Open Pre-Order)

🪻DIHARAPKAN MEM-FOLLOW SEBELUM MEMBACA🪻 🪻WAD (WE ARE DESTINY)🪻 🪻UPDATE SETIAP SABTU & MINGGU🪻 🪻WAJIB VOTE + KOMEN🪻 Menemukan dan merawat bayi yang entah siapa orang tuanya bukan lah hal mudah bagi Shylena, gadis yang baru saja berusia 20 Tahun, di mana tengah sibuk-sibuknya membagi waktu part time dan juga jadwal kuliahnya hingga tidak memiliki waktu untuk quality time sepertinya kebanyakan temannya. "Arghh! kenapa jadi gini sih? ngerawat lo aja udah ribet buat gue, masa mau di tambah anak lagi!" keluh Shylena sambil mengusap air matanya dan menatap bayi berusia sekitar 7 Bulan yang tengah tersenyum kepadanya. "Ini semua gara-gara cowok brengsek itu! harusnya dari awal gue nggak usah berurusan sama dia, terus sekarang gue harus gimana?" gumam Shylena dengan putus asa mengusap perutnya yang masih datar. Tinggal mandiri di kota yang cukup jauh dari keluarganya, bekerja untuk tambahan uang saku, di tambah merawat 1 bayi saja sudah cukup membuatnya baby blues apalagi kedepannya jika anak di kandungannya itu lahir. Membayangkannya saja Shylena sudah tidak sanggup, apalagi harus mengalaminya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines