The king's obsession

The king's obsession

  • WpView
    Reads 75
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 14, 2025
Di atas panggung Veleno, aku hanyalah seorang penyanyi biasa-hingga dia datang. Luzien El Lorienzo. His piercing blue eyes lock onto mine with an obsession that feels like time itself halts. He is the king of this dark world, a man who doesn't just own everything-he wants me, in the deadliest of ways. With every note I sing, I feel myself falling deeper into this dangerous game. I don't know if I'm just trapped in his obsession, or if I want to stay lost in his gaze. Whatever it is, it seems our fates were already written. [ Novel ini ditulis dalam bahasa Indonesia, dengan sisipan bahasa Inggris di dialog atau narasi tertentu untuk memperkuat suasana dan karakter. ]
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • WILD & HOT
  • The Tyrant's Beloved Woman [END]
  • Obsesi Para Tokoh [END]
  • Marked By Lorenzo
  • Wild Husband
  • Between Us (END)
  • The Devil Possession ✔ [SUDAH TERBIT]
  • Edgar : Between Chaos and You

[WARNING : 21+, mature content, harsh word, violence, bloody, crime.] Baila, putri keluarga Marlow yang dikenal kejam, terbiasa memegang kendali atas segala hal. Namun, tak ada yang tahu bahwa jiwanya bukan milik dunia ini-ia adalah sang pengarang yang terperangkap dalam kisahnya sendiri. Kehadiran Bastian, seorang tawanan yang seharusnya tak lebih dari sekadar budak, perlahan mengusik dunianya, seakan menantangnya dalam permainan yang seharusnya ia kendalikan. Terperangkap dalam permainan manipulasi dan hasrat, keduanya saling menguji hingga batas terakhir. Saat kebencian dan ketertarikan bercampur, siapa yang akan mengendalikan siapa? *** Jari-jari Bastian melingkari pergelangan tanganku, mencengkeram dengan tekanan yang membuatku sulit bergerak, tapi tetap terasa menggodaku. Tatapannya gelap, penuh kelaparan yang tak tersamarkan saat ia mendekat, suaranya nyaris seperti bisikan beracun di telingaku. "Do you have any idea how badly I want you, princess?" Aku menahan napas, tubuhku menegang di bawah intensitas tatapannya. "Bastian-" "Every night, I imagine you beneath me, trembling, begging for more."

More details
WpActionLinkContent Guidelines