Titik Temu

Titik Temu

  • WpView
    Reads 87
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 12, 2025
Bandung, kota penuh angin dan obrolan receh. Di tengah padatnya tugas kuliah, deadline organisasi, dan drama anak kos, dua mahasiswa dari dua dunia ketemu dalam keadaan... aneh. Raka, anak Sunda asli, jurusan seni rupa, lowkey introvert, ngopi pake gelas enamel, hidupnya kayak poster filosofi hidup minimalis. Nisya, cewek Jakarta nyasar, jurusan ilmu komunikasi, tukang story tiap dua menit, ngomong cepet, ketawa ngakak, dan gak ngerti kenapa "punten" itu bisa bikin orang senyum. Pertemuan mereka random banget: dari rebutan colokan di co-working space, sampe jadi partner kerja bareng untuk proyek kampus yang absurd. Dari nyebelin, jadi saling ngakak. Dari debat, jadi deket. Tapi di balik tawa dan lelucon, ada hal-hal yang belum kelar dari masa lalu. Dan ternyata, titik temu gak selalu berarti kita berhenti di tempat yang sama. Kadang, cuma buat ngerti: kenapa kita butuh ketemu.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kisah Asmara Kaum Rebahan Vs Tukang ngambek
  • Dosgans
  • Mencari Cahaya di Bandung [ Written By Casha ]
  • PERCAYA? [END]
  • Jo dan Mita (Buaya Vs Macan PMS)- Na Jaemin|| Sudah Terbit Novel
  • 30 Days and Dare [Chanbaek-END]
  • Pak Bian ( Tamat )
  • Orang Ketiga
  • Lucky ㅡ [COMPLETED]

Pernah enggak sih ngerasa kalau hidup itu bener-bener kayak roller coaster? Kadang di atas, kadang di bawah, kadang muter-muter enggak jelas. Nah, hidup gue kayak gitu. Apalagi sejak kenal dia. Nama gue Arka. Panggil aja Arka, atau kalau mau lebih akrab ya Beb. Bercanda. Gue ini tipikal kaum rebahan sejati. Mikirnya simpel, kalau bisa selonjoran kenapa harus berdiri? Kalau bisa delivery, ngapain harus keluar rumah? Target hidup gue cuma satu: selow. Main game, nonton film maraton, atau scroll TikTok sampai jempol keriting. Intinya, dunia ini diciptakan buat dinikmati dari kasur. Terus, datanglah dia. Nama aslinya Kirana, tapi gue lebih sering manggil dia, "Si Ngambek." Beneran deh, cewek ini moody-nya juara dunia. Dari hal sepele kayak gue lupa balas chat lima menit aja, sampai gue salah milih topping martabak, pasti ujung-ujungnya ngambek. Ngambeknya itu enggak yang drama nangis guling-guling sih, cuma bikin suasana jadi horor. Senyap. Aura dingin. Ngeri. Kadang gue mikir, apa ini hukuman Tuhan karena gue terlalu mager? Kok bisa-bisanya gue nyangkut sama cewek yang punya skill ngambek di atas rata-rata? Rasanya pengen nyerah aja, pengen kabur ke goa terus rebahan di sana seumur hidup. Tapi entah kenapa, setiap dia ngambek, ada aja sisi gemesnya. Setiap dia ngomel, ada aja kata-kata yang bikin gue senyum sendiri. Hubungan kami itu kayak komedi situasi yang enggak ada habisnya. Gue si rebahan yang ogah gerak, dia si tukang ngambek yang segala dirasain. Kayak yin dan yang yang salah jalur, tapi entah gimana, kami malah nyatu. Dan inilah kisah kami. Kisah asmara kaum rebahan dan tukang ngambek. Siap-siap aja, kadang bikin ketawa, kadang bikin pengen jitak kepala gue sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines