When Life Is Falling Leaves

When Life Is Falling Leaves

  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 14, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Judul: When Life Is Falling Leaves Genre: Romance, Slice of Life, Drama, Musim gugur menjatuhkan daun-daun seperti kenangan yang tak lagi bisa dipertahankan. Di tengah hiruk-pikuk kehidupan, seorang pria-sosok hangat yang disukai semua orang, si "social butterfly" yang selalu tahu cara menyentuh hati banyak orang-menemukan sebuah jalan yang tak pernah ia duga: jalan yang membawanya pada seorang gadis asing bernama Astrid Elowen Marchand, perempuan Belanda dengan sorot mata sendu dan cara bicara yang seperti puisi patah yang belum selesai. Astrid datang seperti angin utara, membawa kesejukan dan sekaligus kehampaan. Ia indah, namun jauh. Lugu, namun menyimpan badai. Dan sang pria, yang biasa melompat dari satu hubungan ke hubungan lain tanpa jejak luka, tiba-tiba merasa tertahan pada satu daun yang belum jatuh-Astrid. Di kota kecil tempat budaya bersilang dan musim terus berubah, mereka berdua menapaki perjalanan jiwa. Ia belajar bahwa hidup bukan hanya tentang popularitas dan tawa yang mudah; Astrid mengajarkannya cara menunggu, cara merasa kehilangan, dan cara mencintai tanpa mengikat. Ketika hidup seperti daun-daun jatuh-tak tentu arah, namun tetap menemukan tanahnya.
All Rights Reserved
#209
melancholy
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Erlangga
  • Autumn Memories (COMPLETED)
  • Tipis - Tipis [Completed]
  • Become Antagonistic?
  • AZAM : Satu Langit Dua Doa
  • Satu Atap, Satu Hati
  • A Wish From The Past
  • Time Loop
  • Before I Knew Light
Erlangga

Erlang selalu berpikir bahwa cinta adalah sesuatu yang bisa ia genggam erat. Bahwa ketika dua orang saling mencintai, mereka akan tetap bertahan, apa pun yang terjadi. Tapi nyatanya, itu hanya keyakinan naif yang perlahan hancur di hadapannya. Pacarnya pergi karena dia sudah menemukan yang baru. Semua janji, semua rencana masa depan, semuanya runtuh dalam sekejap. Erlang hanya bisa menatap kepergiannya, bertanya dalam hati, "Apa aku kurang baik?" Belum juga ia berdamai dengan kehilangan itu, takdir menamparnya lebih keras. Sahabatnya, satu-satunya orang yang mengerti dia tanpa banyak bicara, pergi-bukan karena memilih, tapi karena kehidupan memutuskan demikian. Kali ini, kepergian itu benar-benar untuk selamanya. Tidak ada kesempatan untuk meminta maaf, tidak ada lagi tawa yang bisa dibagi. Ditinggalkan oleh orang yang ia cintai, kehilangan orang yang selalu ada untuknya-Erlang berpikir, mungkinkah ia memang ditakdirkan untuk sendiri? Namun, di tengah kehancurannya, ada satu orang yang tetap di sisinya. Seseorang yang tak banyak bicara, tapi selalu tahu kapan harus mendengar. Sahabat yang tidak pernah menjanjikan apa pun, tapi selalu ada tanpa diminta. Dan dari sana, tanpa Erlang sadari, luka yang ia pikir tak akan sembuh perlahan mulai menemukan cahaya. Cinta yang ia kira sudah mati, ternyata masih punya kesempatan untuk hidup kembali. Apakah Erlang siap membuka hatinya lagi? Atau masa lalu akan terus menghantuinya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines